Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL--Program keluarga berencana (KB) diperlukan bagi pasangan usia subur untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk. Di Bantul, kepesertaan KB dinilai sudah cukup tinggi. Meski demikian Pemkab Bantul tetap mendorong peningkatan kepesertaan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Bantul, Ninik Istitarini, menjelaskan saat ini angka kepesertaan KB di Bantul 73,73% dari total jumlah pasangan usia subur. “Itu sudah cukup tinggi,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
BACA JUGA: Soal Pembelian Migor Curah Pakai Peduli Lindungi, Pedagang: Kami sudah Kirim Email
Angka tersebut sudah cukup tinggi karena target kepesertaan KB adalah 80% dari total jumlah pasangan usia subur. “Karena pasangan usia subur itu tidak semua harus ber-KB. Ada yang memang mereka baru saja menikah belum punya anak, ada yang ingin anak karena baru satu, mau tambah satu,” katanya.
Meski sudah cukup tinggi, pihaknya tetap mendorong peningkatan kepesertaan KB hingga memenuhi target. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan penguatan Kampung Berkualitas (KB) yang salah satu programnya adalah peningkatan kepesertaan KB.
Saat ini Bantul telah memiliki sebanyak 47 Kampung KB yang tersebar di 17 kapanewon. Targetnya, setiap kalurahan yang berjumlah 75 kalurahan itu ada setidaknya satu Kampung KB. Namun sebelum penambahan kuantitas, terlebih dahulu ia menguatkan kualitas Kampung KB.
“Tidak usah banyak-banyak dulu, tapi yang ada berkualitas. Kalau kita mengejar kuantitasnya tapi yang ada tidak dievaluasi nanti yang baru tidak terurus. Targetnya ada peningkatan ekonomi pada keluarga, status kesehatan terutama kelompok rentan, bayi, balita, pasangan usia subur, lansia sehat. Kemudian capaian kepesertaan KB bisa naik,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.