Sempat Melesat di Kualifikasi Moto3 Junior, Ramadhipa Raih 9 Poin
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
Sejumlah warga saat sedang mengakses vaksin booster di kantor Dinas Kesehatan Bantul, Jumat (8/7/2022) lalu./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL -- Sekretariat Daerah (Setda) Bantul mengirmkan surat edaran kepada semua pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang meminta agar semua pegawai di masing-masing OPD untuk segera menjalani vaksinasi ketiga atau vaksin booster.
Pasalnya hingga kini, masih banyak aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul yang belum menjalani vaksin booster.
“Kami sudah mengirimkan edaran ke seluruh OPD untuk melakukan pendataan pegawai yang belum melakukan vaksin booster. Secara bertahap data yang sudah masuk telah dilakukan vaksin booster,” kata Sekda Bantul, Helmi Jamharis, Minggu (10/7/2022).
BACA JUGA: Diaspora Seni Bali ke Jogja Hadir di Pameran Rethinking Diaspora Kala Patra of SDI
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Bantul, ada sebanyak 250 pegawai OPD yang belum melaksanakan vaksinasi booster, terdiri dari ASN dan juga pegawai harian lepas (PHL).
“Ada sekitar 250 pegawai OPD yang belum booster,” kata Kasi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Elina Chrisniati.
Elina mengatakan terdapat beberapa faktor ratusan pegawai OPD belum menjalani vaksinasi booster, di antaranya adalah adanya anggapan bahwa booster tidak penting karena sudah mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19.
Pihaknya sudah meminta data di masing-masing OPD yang belum vaksin booster, ada juga yang karena kondisi tertentu sehingga tidak bisa divaksin. “Kalau selebihnya, yang harusnya divaksin tetapi belum melakukan booster mungkin masih memandang booster tidak terlalu penting,” ujar Elina.
Selain ASN, masyarakat juga masih banyak belum melakukan vaksin booster. Penyebabnya sama, karena menganggap vaksin booster tidak terlalu penting sehingga mengabaikannya.
BACA JUGA: Ceramah Salat Iduladha di Lapangan SKB Sorowajan Bantul, Ada Pesan Penting Tentang Kesetaraan, Perilaku Demokratis dan Keteladanan
Sampai 7 Juli 2022, kata Elina, angka capaian vaksin booster di Bantul baru sekitar 23,32% dari total sasaran 752.225 orang. Itulah sebabnya, dia mengapresiasi adanya kebijaan dari Pemerintah Pusat yang mewajibkan booster untuk melakukan perjalanan dan kegiatan sehingga akan mendorong masyarakat untuk menjalani vaksinasi booster.
Bagi masyarakat yang mau mengakses vaksin booster maupun vaksin dosis kedua, sudah disediakan di halaman kantor Dinas Kesehatan Bantul setiap Jumat. Sasaran vaksinasi tidak ditentukan, masyarakat tinggal datang dan membawa KTP dan kartu vaksin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
Tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Insiden disebut dipicu stres akibat perang berkepanjangan.
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.