Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Kapolsek Tepus, AKP Jarwanto melihat kerusakan akibat gelombang tinggi yang terjadi di Pantai Indrayanti di Kapanewon Tepus. Sabtu (16/7/2022)./Istimewa-Polsek Tepus
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Gelombang tinggi menerjang Pantai Selatan Gunungkidul pada Sabtu (16/7/2022). Sejumlah bangunan dan kapal dilaporkan mengalami kerusakan. Selain itu, ada uang Rp4 juta milik pedagang di Pantai Indrayanti di Kalurahan Tepus, Tepus ikut hilang karena tersapu gelombang.
Kapolsek Tepus AKP Jarwanto mengatakan gelombang pasang tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Meski demikian, ada sejumlah laporan kerusakan akibat dari peristiwa ini.
“Saat terjadi kenaikan gelombang air laut, kami terjun ke lokasi untuk mengimbau pengunjung agar tidak mandi di laut,” kata Jarwanto, Sabtu petang.
Menurut dia, ada laporan kehilangan dari salah seorang pedagang di Pantai Indrayanti atau Pulang Sawal. Uang sebesar Rp4 juta yang disimpan di laci meja jualan ikut terseret arus laut.
“Korbannya Mbah Riyem. Selain uang yang disimpann di laci, juga ada etalase jualan berisi rokok, mi hingga topi ikut terseret arus gelombang pasang,” kata mantan Kepala unit Register dan Indentifikasi, Satlantas Polres Gunungkidul ini.
Selain itu, juga ada laporan kerusakan yang lain. Hasil pendataan di lapangan, gelombang tinggi mengakibatkan pagar kayu sepanjang 10 meter rusa, dinding kamar mandi jebol hingga kerusakan gazebo.
“Ada juga etalase jualan milik pedagang lain yang hilang serta meja dan kursi ikut terbawa arus laut,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Koordiantor SAR Satlinmas Wilayah 2 DIY, Marjono. Menurut dia, dampak dari gelombang tinggi tidak hanya terjadi di Pantai Indrayanti. Pasalnya, di Pantai Baron dan Drini di Kapanewon Tanjungsari juga terjadi hal yang sama.
Di Pantai Baron, sambung Marjono, ada enam perahu jukung milik nelayan mengalami kerusakan. Adapun di Pantai Drini, ada dua perahu jukung yang rusak serta sebuah warung makan rusak di bagian atap.
“Kapal milir kami (SAR Satlinmas) juga ikut rusak. Selain itu, ada juga lapak dagangan milik Pedagang di Pantai Drini juga hilang terseret air laut saat terjadi gelombang pasang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Phil Foden dan Cole Palmer tak masuk, ini daftar lengkap 26 pemain pilihan Tuchel.
Pemadaman listrik massal di Sumatera picu keluhan warga. PLN akui gangguan sistem, namun pelanggan soroti minimnya respons.
DPRD DIY ungkap persoalan serius perfilman Jogja, dari perizinan hingga perlindungan pekerja. Raperda disiapkan untuk menata industri.
Kemenko PMK dan TWC perkuat 10 sekolah di Sesar Opak lewat program SPAB. Momentum 20 tahun Gempa Jogja dorong budaya sadar bencana.
Apple uji iPhone 19 Pro dengan layar melengkung 4 sisi dan Face ID di bawah layar. Desain futuristik diprediksi hadir pada 2027.