KBD 2026 Solo Sasar 3 Kelurahan, Talud dan Saluran Air Dibantu TNI
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.
Ilustrasi jalan tol./Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN- Pesiapan pembangunan jalan tol Jogja-Bawen di Tritoadi, Mlati mulai berdampak pada masyarakat sekitar. Warga mulai mengeluhkan dampak debu dari proyek dan kendaraan berat yang hilir mudik.
Suradi warga RW 15 Sanggrahan Tirtoadi, Mlati mengatakan warga sudah mengeluhkan debu yang bertebaran di sekitar lokasi proyek. Meski pihak kontraktor sudah menyemprot jalan kendaraan proyek namun tebaran debu masih dikeluhkan warga. "Sebenarnya sudah ditangani oleh pihak kontraktor. Begitu juga saat awal-awal kendaraan berat masuk, sekarang sudah tidak ada lagi. Masalah ini sudah dirapatkan oleh warga dengan pihak kontraktor," katanya, Senin (25/7/2022).
Sebagian warga yang terdampak pembangunan proyek, katanya sebenarnya juga warga yang terdampak pembangunan jalan Tol Jogja-Solo. Hanya saja, hingga kini sekitar 25 warga terdampak pembangunan jalan Tol Jogja-Solo masih menunggu proses pembayaran ganti kerugian. "Intinya warga mendukung program ini. Cuma kami berharap pembayaran ganti kerugian (Jogja-Solo) segera direalisasikan," katanya.
Pj Dukuh Sanggrahan Muh Ridwan mengatakan sekitar dua minggu lalu warga di sekitar lokasi proyek melakukan pertemuan membahas persoalan tersebut. Warga diminta untuk menginfentarisasi semua persoalan yang muncul sebagai dampak dari proyek tersebut. "Kami minta dibuat notulensi rapat, yang hasilnya akan kami serahkan ke pihak kontraktor," katanya.
Carik Kalurahan Tirtoadi tersebut menjelaskan daftar inventarisasi persoalan yang dikeluhkan warga, lanjutnya, diharapkan segera ditindaklanjuti oleh pihak kontraktor. Misalnya soal debu dari kendaraan berat yang lewat bisa diatasi dengan penyemprotan yang optimal. "Mungkin durasi penyemprotan ditambah, atau penyemprotan menggunakan peralatan yang lebih baik lagi. Tidak hanya (jalan) dibahasi," katanya.
BACA JUGA: Omicron Baru Mendominasi DIY! Penularan B.5 Lebih Cepat, Ini Saran Pakar
Diakuinya, warga Sanggrahan di sekitar proyek Jalan Tol Jogja-Bawen tersebut sebagian merupakan warga terdampak pembangunan jalan Tol Jogja-Solo. Dia pun mengusulkan untuk meminimalisir potensi konflik, pembebasan lahan di sana bisa segera dilakukan. Jika pembayaran uang ganti kerugian proyek Tol Jogja Solo (seksi 2) bagi warga di sana selesai maka warga terdampak bisa segera pindah.
"Kalau lahan tersebut bisa segera dibebaskan, dilakukan kliring, itu bisa menjadi akses keluar masuk kendaraan proyek untuk kegiatan pembangunan Tol Jogja Bawen. Selama ini akses kendaraan ke lokasi proyek masih menggunakan jalan kampung," katanya.
Terpisah, Dukuh Pundong 5 Tirtoadi, Sukmono mengatakan proyek pengerasan lahan untuk pembangunan jalan Tol Jogja Bawen di Pundong 5 juga dikeluhkan warga sekitar. Pasalnya, debu dan sisa materisl yang berasal proyek tersebut tidak disiram (dibersihkan) oleh pelaksana proyek. "Lahan warga Pundong 5 memang tidak ada yang terdampak proyek tol. Cuma dampaknya yang kami rasakan," katanya.
Selama ini, lanjut Sukmono, pelaksana proyek hanya membersihan atau menyiram materisl di sisi Utara Selokan Mataram sementara sisi Selatan Selokan yang juga terdampak proyek tidak dibersihkan. "Kondisi tersebut menyebabkan kawasan Pundong 5. Kami hanya minta jalan utama di tempat kami juga dibersihkan, sekitar 500-700 meter. Durasi pembersihakan juga ditambah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.
BMKG mencatat 98 ZOM yang biasanya basah sepanjang tahun kini mengalami kemarau akibat El Nino sangat kuat sepanjang 2026.
Bantul mencatat Hari Tanpa Hujan terpanjang di Indonesia, mencapai 131 hari akibat El Nino sangat kuat. BMKG memproyeksikan hujan bertahap.
DPR resmi mengesahkan RUU Pengaturan Reforma Agraria menjadi UU dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (22/9/2026).
Tiga jasad korban KM Virgo Transport 8 kembali ditemukan di hari ke-10 SAR. Total 126 korban ditemukan, 117 masih dicari.
Barang berbahaya terbakar di NPCT1 Tanjung Priok. Api padam dalam 59 menit, tidak ada korban dan penyebab masih diinvestigasi.