Dikukuhkan Guru Besar, Eks Ketua KY Usul Model Penyelesaian HAM Berat
Guru Besar UII Suparman Marzuki menawarkan transformasi berbasis memori untuk penyelesaian pelanggaran HAM berat di Indonesia.
Ilustrasi jilbab/Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—Murid SMAN 1 Banguntapan, Bantul, yang sempat depresi dan mengurung diri di toilet lantaran dipaksa memakai jilbab kini berangsur pulih.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY mencarikan sekolah baru apabila siswi tersebut menginginkan pindah sekolah. yang diduga menjadi korban pemaksaan mengenakan jilbab di SMAN 1 Banguntapan, Bantul.
BACA JUGA: Dear Moms, Cermati Tips Tingkatkan Kualitas Pola Asuh Anak Berkualitas
“Kami fasilitasi untuk mencari sekolah baru demi kenyamanan siswa. Kami sudah komunikasi dengan pendamping. Kemungkinan di SMAN 7 Kota Jogja bisa menerima jika siswi tersebut menginginkan pindah,” kata Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya di Kompleks Kepatihan, Senin (1/8/2022).
Ia mengatakan pelajar tersebut saat ini sudah bersedia keluar rumah. Komisi Perlindungan Anak Kota Jogja turut memberikan pendampingan dan pemantauan untuk menghilangkan trauma anak agar dia tetap bisa melanjutkan sekolah.
Didik menegaskan aturan mengenai seragam sekolah sudah ada di Permendikbud No.45/2014, yakni ada seragam nasional atau abu-abu putih dan pramuka. Sekolah juga diber kewenangan menentukan seragam daerah sesuai kearifan lokal setiap sekolah. Aturan memperbolehkan siswa muslim memakai atau tidak memakai jilbab.
“Kami menelusuri penjualan jilbab dengan identitas SMAN 1 Banguntapan. Kami membentuk semacam satgas karena sekolah tidak boleh berjualan seragam,” ujarnya.
BACA JUGA: Ombudsman: SMAN 1 Banguntapan Bantul Bantah Memaksa Pakai Jilbab, Hanya Menyarankan dengan Sangat
Disdikpora DIY masih mendalami terkait kemungkinan adanya siswa lain yang mendapatkan perlakuan serupa. Dari keterangan Kepala SMAN 1 Banguntapan, kata Didik, siswi tersebut tidak dipaksa menggunakan jilbab.
“Tetapi kami dalami, termasuk kami mendalami apakah itu benar-benar pemaksaan atau bagaimana,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guru Besar UII Suparman Marzuki menawarkan transformasi berbasis memori untuk penyelesaian pelanggaran HAM berat di Indonesia.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor