Jalan Tembus Ngawen-Gedangsari Rusak, Warga Minta Diperbaiki
Warga di Kalurahan Jurangjero, Ngawen mengeluhkan rusaknya akses jalan tembus menuju Kalurahan Tegalrejo, Gedangsari dan meminta dilakukan perbaikan ke pemkab.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Jajaran Polsek Tanjungsari sedang menyelidiki kasus pencurian berantai yang terjadi di Desa Banjarejo dan Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul. Pasalnya dalam kurun waktu satu pekan ada 10 warga yang menjadi korban pencurian dengan modus mencongkel jendela.
Kapolsek Tanjungsari, AKP Wawan Anggoro mengatakan, keamanan dan ketertiban di wilayahnya agar terganggu dengan adanya kasus pencurian dari rumah ke rumah. Total dalam kurun waktu empat hari ada 10 lokasi pencurian yang tersebar di Kalurahan Ngestirejo dan Banjarejo.
Kasus pencurian pertama terjadi pada 28 Juli lalu di Kalurahan Ngestirejo. Total ada tujuh warga yang menjadi korban. Berselang satu pekan kemudian atau tepatnya Selasa (2/8/2022) pencurian kembali terjadi. Kali ini sasarannya tiga warga di Kalurahan Banjarejo yang menjadi korban.
BACA JUGA: Guru SMAN 1 Banguntapan Terduga Pelaku Pemaksaan Jilbab Terancam Sanksi
“Rata-rata yang hilang uang dan perhiasan,” kata Wawan kepada wartawan, Rabu (3/8/2022).
Menurut dia, sudah ada upaya penyelidikan untuk mengungkap kasus pencurian yang meresahkan warga masyarakat. Selain mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian, juga sudah memeriksa sejumlah saksi.
Meski demikian, Wawan mengakui pengungkapkan masih membutuhkan waktu sehingga masyarakat diminta bersabar. Kuat dugaan pelaku pencurian merupakan kawanan yang sama.
Hal ini terlihat dari modus dan waktu kejadian. Hasil penyelidikan awal diketahui pencurian terjadi antara pukul 02.00-03.30 WIB. Adapun modusnya dengan cara mencongkel jendela untuk masuk ke rumah.
“Warga tahu-tahu bangun kondisi jendela rusak dan setelah diteliti ada uang atau perhiasan yang hilang,” katanya.
Wawan berharap kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menggiatkan keamanan di lingkungan masing-masing. “Peran dan partisipasi dari masyarakat ini sangat penting untuk memastikan kambtibmas tetap kondusif,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Lurah Banjarejo, Tanjungsari, Dwi Haryanto. Menurut dia, pada Selasa dini hari ada tiga warga yang menjadi korban pencurian dengan modus congkel jendela.
“Lokasinya ada di Dusun Padangan, Ngepoh dan Weru. Adapun yang hilang ada uang dan perhiasan,” katanya.
Adanya peristiwa pencurian ini, maka ia menginsruksikan kepada warga untuk meningkatkan sistem keamanan lingkungan. Selain itu, kelompok jaga warga juga dilibatkan dalam upaya memastikan lingkungan rumah tetap aman. “Segala upaya untuk meningkatkan keamanan kami lakukan sehingga kasus pencurian tidak terjadi lagi,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga di Kalurahan Jurangjero, Ngawen mengeluhkan rusaknya akses jalan tembus menuju Kalurahan Tegalrejo, Gedangsari dan meminta dilakukan perbaikan ke pemkab.
Pemkab Sleman mengalokasikan hibah Rp3,193 miliar untuk tujuh ormas keagamaan dan 14 tempat ibadah pada 2026. Dana berasal dari APBD dan akan diawasi penggunaan
Pemkab Bantul mengusulkan sekitar 1.000 rumah tidak layak huni kepada Kementerian PKP untuk mendapat bantuan rehabilitasi pada 2027. Sebanyak 500-600 unit.
Perawatan paliatif bantu pasien kronis tetap nyaman meski tak sembuh. Namun, lebih dari 90% pasien di Indonesia belum mendapat layanan ini.
Kodim 0730/Gunungkidul memperketat pengamanan proyek Koperasi Desa Merah Putih setelah pencurian peralatan senilai Rp17,5 juta terjadi di lokasi pembangunan KDM
Kapanewon Sewon mempelajari usulan pemberhentian Dukuh Banyon yang diduga terlibat kasus penggelapan sertifikat tanah dan pungutan liar program PTSL.