Mete Gunungkidul Pernah Tembus Kanada, Kini Bidik Pasar Nasional
Mete Kaligayam, Semin, Gunungkidul, pernah diekspor ke Kanada pada 2016. Kini pemasarannya menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia.
Ilustrasi/Antara-Novrian Arbi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Gunungkidul bakal memasukan seluruh warga ke dalam datfar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Kebijakan ini sesuai dengan arahan dari Pemerintah Pusat berkaitan dengan satu data Indonesia.
Kepala Dinas Sosial P3A Gunungkidul Asti Wijayanti mengatakan hingga sekarang warga yang masuk DTKS sebanyak 584.387 jiwa. Jumlah ini lebih dari separuh penduduk Gunungkidul.
BACA JUGA: 3 Kecamatan di Bantul Ini Alami Hari Tanpa Hujan Lebih Lama, Sampai 2 Bulan
“Datanya bisa bertambah karena seluruh warga akan masuk ke sistem data tunggal melalui DTKS,” kata Asti kepada wartawan, Jumat (5/8/2022).
Menurut dia, kebijakan memasukkan warga Gunungkidul ke DTKS sesuai dengan arahan dari Pemerintah Pusat. Keputusan ini tertuang dalam upaya percepatan basis data tunggal Indonesia. “Proses inputnya melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation [SIKS-NG]. Penyelesaiannya kami tidak mematok target karena masih menuggu instruksi dari Pusat,” katanya.
Meski seluruh warga masuk DTKS, Asti memastikan tidak semua warga mendapatkan bantuan sosial. Rencananya ada pengelompokan antaran warga yang layak dan tidak mendapatkan bantuan sosial.
“Ada kategori layak dan tidak layak menerima bantuan. Tapi kepastiannya masih menunggu kebijakan lanjutan dari Kementerian Sosial,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang Pemerintahan Sosial dan Budaya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Ajie Saksono. Menurut dia, jumlah warga yang masuk DTKS akan terus bertambah seiring adanya program basis data tunggal Indonesia. “Jadi semuanya memang akan dimasukan hingga ada satu data tunggal,” katanya.
Menurut dia, keberadaan DTKS sudah terlihat dalam proses idenfitikasi keluarga miskin ekstrem. Ajie menjelaskan berdasarkan data dari TNP2K, masih ada 6.290 kepala keluarga yang masuk kategori ini. “Sumbernya memang dari DTKS,” katanya.
Ajie tidak menampik keluarga yang masuk kategori miskin esktrem sudah banyak yang mendapatkan program dari pemerintah. Sebagai contoh, ada 5.600 keluarga yang mendapatkan bantuan dari program sembako. Selain itu, ada juga yang mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 5.470 keluarga.
“Memang belum semuanya. Kami menunggu instruksi dari Pemerintah Pusat guna mencapai target nol keluarga miskin ekstrem di 2024,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mete Kaligayam, Semin, Gunungkidul, pernah diekspor ke Kanada pada 2016. Kini pemasarannya menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia.
Studi 2025 mengungkap perbedaan jumlah kata yang diucapkan perempuan dan laki-laki ternyata dipengaruhi usia. Simak hasil penelitiannya.
AI kini bekerja di balik berbagai fitur smartphone dan laptop, mulai dari pencarian, terjemahan, edit foto, penulisan hingga memahami konteks layar.
25 September 2026 memperingati sejumlah hari penting, termasuk Hari Jadi Kota Bandung, Hari Ataksia Internasional, Hari Apoteker Sedunia, dan World Dream Day.
Simak jadwal Timnas Voli Putra Indonesia di Asian Games 2026. Indonesia berada di Pool B bersama Thailand, Iran, dan Kirgistan.
Norwegia menang 3-2 atas Denmark di UEFA Nations League 2026/2027. Erling Haaland mencetak dua gol, termasuk gol penentu kemenangan.