Astra Motor Jombor Dukung Insan Pers lewat Servis Motor Gratis
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
Ilustrasi puncak kemarau./Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, BANTUL—Sejumlah kecamatan di Bantul akan mengalami hari tanpa hujan lebih lama daripada wilayah lain berdasarkan pantauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY.
Tiga kecamatan atau kapanewon yang mengalami hari tanpa hujan lebih lama atau mencapai dua bulan, yakni Kapanewon Banguntapan, Sewon, dan Imogiri.
BACA JUGA: Tak Hanya SMAN Banguntapan 1, SMAN 4 Jogja Juga Diduga Memaksa Siswinya Berjilbab
“Berdasarkan pantauan BMKG, hari tanpa hujan kategori sangat panjang bertambah, menjadi tiga kapanewon,” kata Manajer Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah, saat dihubungi Jumat (5/8/2022).
Selain itu, ada enam kecamatan yang dilanda hari tanpa hujan selama 21-30 hari, yakni Pandak, Pajangan, Bantul, Bambanglipuro, Kasihan, dan Dlingo. Adapun tujuh kecamatan yang dilanda hari tanpa hujan antara 11-20 hari, yakni Sedayu, Pleret, Piyungan, Srandakan, Pundong, Sanden, dan Kretek.
Meski sejumlah wilayah mengalami kekeringan akibat tidak ada hujan, sejauh ini belum ada masyarakat yang mengajukan permintaan droping air bersih.
Jawatannya segera menerbitkan surat keputusan (SK) siap siaga darurat kekeringan setelah mendapat informasi lengkap dari BMKG.
Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi DIY Etik Setyaningrum mengatakanDIY pada awal Agustus ini secara umum sudah memasuki musim kemarau.
Hal ini ditandai dengan adanya pergerakan monsoon Australia (angin timuran) di DIY. Sementara, akhir Juni umumnya curah hujan sudah di bawah 50 mm dasarian selama tiga dasarian lebih.
“Diperkirakan puncak musim kemarau 2022 terjadi pada Agustus ini,” kata Etik.
BMKG memperkirakan curah hujan pada Agustus ini berkisar antara 0-20 mm.
BACA JUGA: Buntut Kasus Brigadir J, Ini Nama-Nama Lain yang Dimutasikan Selain Ferdy Sambo
Etik mengatakan pada puncak musim kemarau, tutupan awan relatif sedikit dan kelembaban udara juga rendah sehingga menyebabkan suhu lebih dingin
Ia mengimbau masyarakat menjaga imunitas tubuh dengan cara mencukupi kebutuhan cairan tubuh. “Pada malam hari gunakan selimut, dan menggunakan pelembab kulit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.