Advertisement

3 Kecamatan di Bantul Ini Alami Hari Tanpa Hujan Lebih Lama, Sampai 2 Bulan

Ujang Hasanudin
Jum'at, 05 Agustus 2022 - 13:37 WIB
Budi Cahyana
3 Kecamatan di Bantul Ini Alami Hari Tanpa Hujan Lebih Lama, Sampai 2 Bulan Ilustrasi puncak kemarau. - Harian Jogja/Nina Atmasari

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Sejumlah kecamatan di Bantul akan mengalami hari tanpa hujan lebih lama daripada wilayah lain berdasarkan pantauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY.

Tiga kecamatan atau kapanewon yang mengalami hari tanpa hujan lebih lama atau mencapai dua bulan, yakni Kapanewon Banguntapan, Sewon, dan Imogiri.

BACA JUGA: Tak Hanya SMAN Banguntapan 1, SMAN 4 Jogja Juga Diduga Memaksa Siswinya Berjilbab

“Berdasarkan pantauan BMKG, hari tanpa hujan kategori sangat panjang bertambah, menjadi tiga kapanewon,” kata Manajer Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah, saat dihubungi Jumat (5/8/2022).

Selain itu, ada enam kecamatan yang dilanda hari tanpa hujan selama 21-30 hari, yakni Pandak, Pajangan, Bantul, Bambanglipuro, Kasihan, dan Dlingo. Adapun tujuh kecamatan yang dilanda hari tanpa hujan antara 11-20 hari, yakni Sedayu, Pleret, Piyungan, Srandakan, Pundong, Sanden, dan Kretek.

Meski sejumlah wilayah mengalami kekeringan akibat tidak ada hujan, sejauh ini belum ada masyarakat yang mengajukan permintaan droping air bersih.

Jawatannya segera menerbitkan surat keputusan (SK) siap siaga darurat kekeringan setelah mendapat informasi lengkap dari BMKG.

Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi DIY Etik Setyaningrum mengatakanDIY pada awal Agustus ini secara umum sudah memasuki musim kemarau.

Hal ini ditandai dengan adanya pergerakan monsoon Australia (angin timuran) di DIY. Sementara, akhir Juni umumnya curah hujan sudah di bawah 50 mm dasarian selama tiga dasarian lebih.

“Diperkirakan puncak musim kemarau 2022 terjadi pada Agustus ini,” kata Etik. 

Advertisement

BMKG memperkirakan curah hujan pada Agustus ini berkisar antara 0-20 mm.

BACA JUGA: Buntut Kasus Brigadir J, Ini Nama-Nama Lain yang Dimutasikan Selain Ferdy Sambo

Etik mengatakan pada puncak musim kemarau, tutupan awan relatif sedikit dan kelembaban udara juga rendah sehingga menyebabkan suhu lebih dingin

Advertisement

Ia mengimbau masyarakat menjaga imunitas tubuh dengan cara mencukupi kebutuhan cairan tubuh. “Pada malam hari gunakan selimut, dan menggunakan pelembab kulit,” katanya. 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Streaming Starjoja FM
alt

Istri di China Menuntut Selingkuhan Suaminya Senilai Rp8,2 Miliar

News
| Senin, 15 Agustus 2022, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Tiket Masuk Borobudur dan Pulau Komodo Naik, Sandiaga Uno: Tidak Semua Tiket Destinasi Naik!

Wisata
| Senin, 15 Agustus 2022, 23:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement