380 Peserta Ramaikan UMY Grace Bertema Potensi Milenial

Lugas Subarkah
Lugas Subarkah Kamis, 11 Agustus 2022 04:27 WIB
380 Peserta Ramaikan UMY Grace Bertema Potensi Milenial

Gunawan Budiyanto (kedua kanan) membuka UMY Grace di UMY, Bantul, Rabu (10/8/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah

Harianjogja.com, BANTUL—Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menggelar UMY Undergraduate Conference (Grace) untuk yang ketiga kalinya. Mengangkat tema Strengthening Youth Potential for Sustainable Innovation, ada sebanyak 380 peserta dengan 362 paper yang ikut dalam kegiatan ini.

UMY Grace berlangsung secara hybrid pada Rabu (10/8/2022). Ada lima subtema paper yang diambil dalam UMY Grace, meliputi Business management and accounting, health and nursing, social humanities, religious studies and law, serta engineering and technology.

Kepala Lembaga Riset dan Inovasi UMY, Dyah Mutiarin, menjelaskan tema UMY Grace kali ini bertujuan mengangkat potensi kaum milenial yang sangat besar sehingga perlu diperkuat agar mampu mengembangkan inovasi yang berkelanjutan di berbagai aspek kehidupan.

"Tema tersebut sangat relevan dengan peran sentral generasi muda pada masa milenial ini, dan selaras dengan pengarusutamaan sustainable goals. Harapannya generasi muda menjadi kunci akselerasi pembangunan yang mengedepankan inovasi," ujarnya.

BACA JUGA: Mengenal Sikapiten Oke! Layanan Baru Pemkab Bantul

Tak terbatas pada mahasiswa dan dosen UMY, kegiatan melibatkan akademisi internasional. Sebagai keynote speaker ada Agus Setyo Muntohar dari UMY, Shazaitul Azreen dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, dan Analisa Widyaningrum dari Analisa Personality Development Centre.

Rektor UMY, Gunawan Budiyanto, menjelaskan tugas mahasiswa yang berbentuk penelitian kalau sudah selesai biasanya tidak ada tindak lanjut apa pun. "Kami tahun 2019 punya maksud agar hasil penelitian mahasiswa bisa dikenal lebih banyak lagi, tidak hanya untuk kepentingan pendaftaran," katanya.

Kemudian mulai 2020, UMY menggelar UMY Grace, yang mewadahi penelitian mahasiswa untuk disosialisasikan melalui konferensi yang awalnya masih tingkat nasional. "Ternyata UMY Grace yang pertama mendapat sambutan yang bagus dari kampus di luar negeri," ungkapnya.

Dalam UMY Grace juga akan dilakukan pemilihan penelitian yang layak dipublikasi di jurnal internasional. "Sehingga bisa menambah sumber keilmuan di luar kampus maupun luar negeri. Sebagian besar mereka kami siapkan dalam bahasa Inggris," kata dia.

BACA JUGA: Dewan Minta Penarikan Retribusi Wisata di Bantul Ditangani Swasta Bukan Pemkab

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sirojul Khafid
Sirojul Khafid Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online