Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Pemilik Oemah Budaya Larasati, Prof. Rachmi Diyah Larasati (kanan) berkolaborasi dengan sejumlah seniman dalam Pentas Kampung yang digelar di Oemah Budaya Larasati, Sabtu (13/8/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Setelah absen selama dua tahun akibat Pandemi Covid-19, Pentas Kampung kembali digelar oleh Oemah Budaya Larasati.
Kegiatan yang digelar di pelataran Oemah Budaya Larasati yang berlokasi di RT 05 Dusun Semail Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Sabtu (13/8/2022) tersebut menghadirkan sejumlah potensi seni dan budaya Dusun Semail yang ditampilkan oleh warga setempat.
Beberapa kesenian yang ditampilkan warga, di antaranya adalah tari-tarian, baik tradisional maupun tari kreasi baru, kesenian gejog lesung, drama rakyat, dan tetembangan. Beragam kegiatan tersebut menjadi aktivitas rutin yang terus dilakukan di Oemah Budaya Larasati.
Tak cuma itu, dalam Pentas Kampung, tampil pula sejumlah kolabolator, di antaranya adalah Uti Setyastuti, Warsono Kiwir, Ribeth Nurwijayanto, Pamardi, dan Bagus Mazasupa. Selain itu, Pemilik Oemah Budaya Larasati, Prof. Rachmi Diyah Larasati juga turut menampilkan sebuah tari kontemporer.
BACA JUGA: Kliwon Pertama Bulan Suro, Abdi Dalem Nguras Enceh di Makam Raja Imogiri
Prof. Rachmi Diyah Larasati mengatakan, pentas kampung merupakan salah satu pestanya warga Semail.
"Sangat menyenangkan sekali, setelah dua tahun absen karena pandemi, tahun ini masyarakat bisa kembali menggelar pentas kampung lagi," kata dia saat ditemui di sela-sela acara, Sabtu.
Sejak didirikan 2017, Oemah Budaya Larasati memang konsisten menggelar pentas kampung sebagai bentuk unjuk potensi seni oleh masyarakat. "Itulah sebabnya, pentas kampung ini menjadi pestanya masyarakat. Ini momentum mereka untuk menunjukkan potensi seni yang ada di lingkungan mereka," kata Prof. Rachmi.
Bagi Oemah Budaya Larasati, imbuh Prof. Rachmi, pentas kampung merupakan agenda tahunan, khususnya sebagai penanda kelahiran komunitas yang berfokus pada kegiatan seni, budaya, dan pendidikan tersebut.
Sejak dibentuk pada 2017, Oemah Budaya Larasati berperan sebagai wadah kegiatan warga Semail yang berbasis pendidikan dan kebudayaan, terutama yang berkaitan dengan tradisi Nusantara, khususnya Jawa.
Tumbuh di tengah perdesaan dengan atmosfer agraris yang kental, Oemah Budaya Larasati memang menjadikan seluruh kegiatannya sebagai respons atas pola kehidupan masyarakat tersebut.
Sementara Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) DIY, Dwi Ratna Nurhajarini mengatakan agenda pentas kampung yang digelar Oemah Budaya Larasati patut diapresiasi.
Menurut dia, nyaris semua pelaku kebudayaan ada di kampung. Itulah sebabnya apa yang dilakukan oleh Oemah Budaya Larasati dengan memaksimalkan segala potensi yang ada di lingkungan sekitarnya. "Kekayaan [budaya] kampung sangat besar. Jika kekayaan ini diorganisasi dengan baik, jelas ini menjadi potensi yang luar biasa. Di sinilah letak pentingnya Oemah Budaya Larasati," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.