Dewan Soroti Ketimpangan Pembangunan Antarkapanewon di Gunungkidul
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Sedikitnya tujuh wilayah kecamatan menjadi kantong kemiskinan di Gunungkidul. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sedang menyusun Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) 2022-2026.
Kepala Bidang Pemerintahan Sosial dan Budaya, Bappeda Gunungkidul, Ajie Saksono mengatakan ada delapan indikator untuk menetapkan wilayah sebagai kantong kemiskinan. Adapun rinciannya meliputi tentang jumlah penduduk miskin, nilai indeks pembangunan manusia (IPM), nilai Indeks Desa Membangun (IDM), Kalurahan Rawan Pangan, keberadaan rumah tak layak huni (RTLH).
Selanjutnya ada jumlah sanitasi tak layak, akses sumber air tak layak serta tidak mempunyai akses listrik. “Dari berbagai indikasi ini maka ada tujuh kapanewon yang masuk sebagai wilayah kantong kemiskinan,” kata Ajie, Senin (15/8/2022).
Ketujuh kapanewon atau kecamatan yang menjadi kantong kemiskinan meliputi Saptosari, Playen, Gedangsari, Nglipar. Selain itu, ada Kecamatan Ponjong, Tepus dan Karangmojo. Meski demikian, ia belum bisa memberikan detail terkait dengan jumlah keluarga miskin di tujuh kapanewon ini.
Ajie berdalih masih membeharui data sehingga harus dicermati secara lebih mendalam. Namun, ia memastikan akan ada upaya penanganan terhadap masalah kemiskinan. Di langkah awal dilakukan penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah 2022-2026.
Diharapkan program kerja ini selesai pada Oktober mendatang sehingga dapat diserahkan ke masing-masing Organisasi Perangkat Daerah untuk menetapkan program prioritas dalam penanggulangan. “Mudah-mudahan berjalan dengan lancar,” katanya.
Upaya penanggulangan ada empat aksi dan tiga pasti yang harus dijalankan. Yakni, meliputi pengidentifikasian akar permasalahan kemiskinan; memastikan ketepatsasaran melalui data yang baku terpadu dan terbaru; diperlukan langkah-langkah intensifikasi dan inovasi dalam penganggulangan; serta terus memperkuat kemitraan dan koordinasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam upaya penanggulangan.
Untuk tiga pasti meliputi penentuan wilayah prioritas kemiskinan; melakukan desk pemantauan; serta apresiasi dan publikasi atas inovasi bagi lembaga yang melakukan kegiatan dalam upaya pengurangan kemiskinan. “Angka kemiskinan di Gunungkidul sebesar 17,6 persen. Sedangkan yang masuk kemiskinan ekstrem ada 6.390 keluarga,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Sosial P3A) Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, ada program basis satu data dari Pemerintah Pusat. Rencananya, seluruh warga akan dimasukan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kementerian Sosial.
BACA JUGA: Ada Kerangka Manusia Berusia 4.500 Tahun di Song Tritis Gunungkidul
Hingga sekarang yang masuk dalam data ini sebanyak 584.387 jiwa. “Prosesnya melalui aplikasi Sistem Kesejahteraan Sosial Next Generation [SIKS-NG]. Tapi, nantinya tidak semua mendapatkan bantuan karena ada pengelompokan warga yang layan dan tidak layak menerimanya,” kata Asti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Harga cabai rawit merah tercatat Rp90.050 per kg dan telur ayam Rp29.900 per kg berdasarkan data PIHPS Nasional, Sabtu 12 September 2026.
Kematian Serda AMF di Mess Psikologi Galaksi diselidiki Pomau. Empat prajurit ditahan, sementara TNI AU membantah korban tewas akibat penganiayaan.
Tiket laga kandang PSS Sleman vs Madura ludes terjual. Nduwarugira menyebut dukungan suporter menjadi motivasi ekstra di Maguwoharjo.
Harga BBM terbaru 12 September 2026 di Pertamina, BP-AKR, Shell, dan Vivo. Pertamax Turbo, Dexlite hingga BBM diesel mengalami kenaikan.
Prabowo menghadiri KTT BRICS ke-18 di India sebagai anggota penuh untuk memperkuat peran Indonesia dalam kerja sama multilateral.