Tiga Raperda Inisiatif DPRD Gunungkidul Masuk Tahap Pembahasan
DPRD Gunungkidul mulai membahas tiga Raperda inisiatif pada Juli 2026. Total 12 Raperda ditargetkan selesai dibahas dan ditetapkan hingga akhir tahun.
Ilustrasi suasana PTM./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, Gunungkidul — Dinas Pendidikan Gunungkidul memastikan temuan kasus Corona di sekolah tidak akan mengganggu proses pembelajaran tatap muka. Pasalnya, penutupan baru dilakukan pada saat penularan mencapai 25% dari jumlah siswa di sekolah yang bersangkutan.
Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul, Winarno mengatakan pada saat sekarang ada skrining Corona di lingkungan sekolah. Langkah ini sebagai upaya deteksi dini serta upaya penanggulangan penularan di lingkup sekolah. “Pelaksanaan tes Corona ditangani oleh dinas kesehatan,” katanya, Minggu (21/8/2022).
Winarno menjelaskan, adanya tes ini maka potensi temuan kasus di sekolah semakin besar. Meski demikian, dia memastikan tidak ada penutupan sekolah apabila ada temuan kasus.
BACA JUGA: Punya Banyak Potensi Wisata, Gunungkidul sebagai The Next Bali Bukan Hal Mustahil
Hal ini sesuai dengan instruksi dari Pemerintah DIY. Menurut dia, sudah ada ketentuan apabila temuan kasus hanya pada satu atau beberapa anak, maka sekolah tidak akan ditutup.
“Penutupan baru dilakukan kalau kasusnya sudah lebih dari 25 persen dari jumlah siswa maupun guru. Kalau hanya satu atau dua kasus, maka yang dinyatakan positif wajib mejalani isolasi mandiri,” katanya.
Dia memastikan hingga sekarang belum ada sekolah di Gunungkidul yang ditutup karena penularan virus corona. “Sekolah tatap muka tetap berjalan seperti biasa. Tapi, kami mengingatkan agar protokol kesehatan tetap dijalankan secara ketat guna memutus mata rantai penyebaran virus,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, pada Minggu terdapat tambahan kasus corona sebanyak enam orang yang dinyatakan positif corona. Total warga yang terinfeksi sebanyak 22.789 orang. “Yang dinyatakan sembuh sebanyak 21.578 orang, 32 masih menjalani perawatan. Sedangkan yang meninggal dunia ada 1.179 kasus,” katanya.
Dia menjelaskan, tambahan kasus ini, tiga di antaranya berasal dari hasil skrening corona di sekolah. Adapun rinciannya dua merupakan siswa SD dan seorang guru. “Tes Corona di sekolah sudah mulai dilaksankaan dan sudah ada siswa dan guru yang dinyatakan tertular,” kata Dewi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mulai membahas tiga Raperda inisiatif pada Juli 2026. Total 12 Raperda ditargetkan selesai dibahas dan ditetapkan hingga akhir tahun.
Kebakaran restoran Rong Beer Na Ladprao di Bangkok tewaskan 30 orang, mayoritas terjebak di toilet. 17 perempuan dan 8 pria teridentifikasi.
Diego Forlan ditunjuk sebagai pelatih sementara Uruguay usai Marcelo Bielsa mundur. Misi Forlan: bangkitkan La Celeste dan lolos ke Piala Dunia 2030.
BYD membuka opsi refund penuh kepada 1.265 konsumen di Australia setelah menjual mobil dengan tahun produksi berbeda. Kerugian perusahaan berpotensi menembus Rp
Apple siapkan chip M7 Ultra 2028 untuk AI, dengan memori 1,5TB dan performa setara Nvidia Blackwell. Langkah ambisius di era kecerdasan buatan.
Wonderwall milik Oasis berubah menjadi lagu keberuntungan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026. Tradisi baru ini menyatukan pemain dan suporter saat The Three Lio