Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, Gunungkidul — Dinas Pendidikan Gunungkidul memastikan kesiapannya untuk menyelenggarakan kegiata belajar mengajar berbasis Kurikulum Merdeka. Meski demikian, hingga sekarang pelaksanaan masih sebatas pencontohan karena belum semua sekolah menerapkan.
Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SD, Bidang SD, Dinas Pendidikan Gunungkidul, Asbani mengatakan total ada 468 SD di Bumi Handayani. Hingga sekarang yang menerapkan kurikulum merdeka baru di 104 SD. Sedangkan 364 sekolah lainnya masih mempergunakan Kurikulum 2013. “Masih transisi karena penerapan penuh baru terlaksana di 2024,” kata Asbani, Kamis (18/8/2022).
Dia menjelaskan, penerapan kurikulum merdeka lebih mengedepankan tentang penekanaan profil pelajar berdasarkan Pancasila. Selain itu, pembelajaran juga lebih mengedepankan minat dan bakat siswa sehingga memiliki ciri khas masing-masing.
BACA JUGA: Listrik Hanya Disangga Tiang Bambu, Warga Ngalang Gunungkidul Resah
Oleh karena itu, lanjut Asbani, para guru memiliki kewajiban untuk mengasesmen diagnostik berkaitan dengan minat para siswa. “Asesmen diperlukan untuk mengetahui bagaimana model pembelajaran para siswa sehingga itu akan diterapkan di kurikulum merdeka,” katanya.
Disinggung mengenai pembelajaran Bahasa Inggris dalam kurikulum merdeka, Asbani mengakui ada potensi untuk pengayaan dalam pembelajaran bahasa. Meski demkian, sambung dia, hingga sekarang belum bisa diterapkan di Bumi Handayani.
“Di SD baru ada guru kelas serta mata pelajaran untuk olahraga dan pendidikan agama. Untuk yang lain belum ada, termasuk Bahasa Inggris,” katanya.
Ia mengaku Bahasa Inggris belum diajarkan di sekolah negeri di Gunungkidul. “Bisa diajarkan sesuai dengan kurikulum merdeka. Tapi, harus dikaji dengan mendalam karena dari sisi guru belum ada, serta kalau ada pengadaan juga membutuhkan dukungan anggaran,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Patuk. Cek jadwal SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga layanan Satpas terbaru.
Bantul siapkan guru SD hadapi Bahasa Inggris wajib 2027. Pelatihan dan komunitas belajar mulai dibentuk.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.