Perbaikan Jalan dan Drainase Depan Pasar Ngawen Ditarget Rampung 18 Oktober 2026
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
Dua tiang bambu terpasang untuk menyangga kabel listrik yang melintas di atas jalan alternatif Sleman-Gunungkidul di Dusun Karang, Ngalang, Gedangsari yang saat ini masih dalam proses pembangunan, Jumat (19/8/2022)-Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pembangunan jalur alternatif Sleman-Gunungkidul di segmen Ngalang-Bobung menunai protes dari warga di Kalurahan Ngalang, Gedangsari. Pasalnya aktivitas ini menyebabkan sejumlah masalah mulai dari terganggunya akses warga, fasilitas listrik yang tidak memadai hingga terganggunya saluran air bersih di masayrakat.
Kepala Dusun Karang di Kalurahan Ngalang, Bardiyanto mengatakan, pembangunan jalur alternatif Sleman-Gunungkidul di ruas Ngalang hingga Bobung di Kapanewon Patuk menimbulkan keresahan di masyarakat. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Dusun Karang karena untuk warga di Dusun Sambeng juga mengalami hal yang sama.
“Sudah ada audiensi dengan Komisi C DPRD DIY serta melakukan peninjauan lokasi untuk melihat permasalahan di lapangan,” kata Bardiyanto kepada wartawan, Jumat (19/8/2022).
Dia menjelaskan, ada beberapa permasalahan terkait dengan pembangunan jalan ini. Salah satunya warga khawatir dengan isntalasi listrik yang terpasang hanya menggunakan tiang bambu dan bukan memakai tiang khusus untuk listrik.
Bardiyanto bercerita sebelum adanya pembangunan intalasi tersebut menghubungkan sambungan dari rumah ke rumah. Namun setelah dibangun akses menjadi terputus karena ada rumah yang terdampak sehingga harus dibongkar untuk jalan.
“Sudah disambung lagi. Aliran listriknya tidak ada masalah, tapi tiangnya hanya menggunakan bambu. Ini yang menjadi kekhawatiran warga dan meminta ada tiang yang permanen,” katanya.
Menurut dia, permasalah tidak hanya berkaitan dengan tiang listrik, tapi juga berkaitan dengan saluran drainanse serta akses jalan penghubung antar dusun. Ditakutkan ketiadaan drainanse dapat menimbulkan longsor karena di sekitar lokasi ada rumah warga. Sedangkan untuk jalan penghubung antar dusun ada permintaan untuk dibuatkan jalan yang lebih layak.
BACA JUGA:
“Kami tidak menolak, tapi jangan sampai menganggu aktivitas warga yang sudah ada sejak sebelum pembangunan jalan ini,” katanya.
Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral DIY, Andi Kurniawan Dharma mengatakan, sudah menerima masukan terkait dengan keluhan dari warga Ngalang berkaitan dengan dampak pembangunan jalan alternative Sleman-Gunungkidul yang masih dalam pembangunan. Menurut dia, ada komitmen untuk menyelesaikan berbagai dampak yang kurang baik ini.
Sebagai contoh untuk masalah tiang listrik dan drainase akan dibuat permanen. Hanya saja, prosesnya masih menunggu pengerjaan jalan selesai. “Tiang bambu hanya sementara. Nanti setelah jalan jadi akan koordinasi dengan PLN untuk memasang tiang yang permanen,” katanya.
Hal yang sama juga berlaku untuk permasalahan akses jalan warga juga ada upaya memfasilitasi. Meski demikian, proses tak serta merta bisa diwujudkan karena butuh lahan guna membangun jalan yang lebih representatif.
“Ini masih butuh waktu, tapi untuk sementara akan dipasang rambu-rambu keselamatan. Sebenarnya kalau lahannya sudah tersedia bisa dibangun, tapi karena belum maka butuh proses,’ katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.