SMA dan SMK di Perbatasan Gunungkidul Kekurangan Siswa
Sejumlah SMA dan SMK negeri di wilayah pinggiran Gunungkidul masih kekurangan siswa baru setelah SPMB 2026/2027 selesai diumumkan.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta (ketiga dari kanan) menyaksikan pameran karya seniman difabel di lobi Mapolres Gunungkidul, Selasa (23/8/2022)./Istimewa-Humas Pemkab Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Polres Gunungkidul menggelar pameran tunggal karya seniman difabel Rofitasari Rahayu di lobi Mapolres Gunungkidul mulai 23-25 Agustus mendatang. Pameran ini merupakan rangkaian dari peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI sekaligus HUT ke-70 Kesatuan Gerak Bhayangkari.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Edy Bagus Sumantri mengatakan peringatan HUT Kemerdekaan RI dan HUT Kesatuan Gerak Bhayangkari diisi dengan berbagai kegiatan. Salah satunya dengan menggelar pameran tunggal seniman difabel Rofitasari Rahayu asal Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo.
“Ini spesial karena menghadirkan karya dari seniman difabel sehingga pameran yang berlangsung tiga hari menjadi ajang kreasi untuknya,” kata Edy, Selasa (23/8/2022).
BACA JUGA: Pedagang Minta Bantuan Tetap Diberikan dalam Bentuk Uang
Seniman muda, Rofitasari Rahayu didiagnosa tuna rungu dan wicara. Meski demikian, Ayu, sapaan akrabnya tetap bisa berkarya.
Total ada 26 karya yang berwujud lukisan. Salah satunya kolase lukisan yang menampilkan presiden Republik Indonesia dari masa ke masa, mulai dari Soekarno hingga Joko Widodo.
Selain itu, juga ada karya dari seperangkat wayang sodo yang merupakan kerajinan khas asal Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo. “Selain pameran juga ada lokakarya dan sarasehan bersama Ayu beserta teman-teman disabilitas lainnya,” kata Edy.
Dia berharap pameran ini bisa dijadikan ruang bagi disabilitas untuk menyuarakan aspirasi dan bakatnya. “Tugas kami tidak hanya terkait keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memberi ruang untuk berkreasi, salah satunya untuk kelompok difabel,” ungkapnya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyambut baik adanya pameran tunggal yang menampilkan karya seniman difabel. Pasalnya, kegiatan ini sebagai sarana berekpresi bagi kelompok-kelompok di masyarakat yang memiliki kebutuhan khusus. “Sangat baik dan karyanya juga bagus-bagus,” katanya.
Dia berharap dengan pameran ini menjadi penyemangat bagi kelompok difabel untuk berani tampil dan menunjukkan hasil karyanya. “Mereka memiliki bakat yang luar biasa. Jadi, harus ada sarana untuk berkreasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah SMA dan SMK negeri di wilayah pinggiran Gunungkidul masih kekurangan siswa baru setelah SPMB 2026/2027 selesai diumumkan.
Sidang dugaan suap Sudewa mengungkap kesaksian Ketua Kadin Kota Surakarta yang mengaku menyerahkan Rp125 juta melalui seorang perantara.
Penjualan seragam sekolah di Jogja melonjak menjelang tahun ajaran baru. Omzet toko mencapai Rp15 juta per hari seiring membludaknya pembeli.
Perempuan Bangsa DIY menggelar Muswil sebagai langkah awal konsolidasi organisasi dan penguatan kader untuk menghadapi Pemilu 2029.
Ketua Banggar DPR memastikan Transfer ke Daerah (TKD) 2027 tidak turun dan berpotensi melampaui alokasi Rp649 triliun pada 2026.
Erick Thohir menjelaskan alasan Oxford United absen di Piala Presiden 2026. Turnamen kini diikuti delapan tim, termasuk tiga klub luar negeri.