WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL — Kebakaran terjadi di sebuah toko ban yang berada di Bejen, Kalurahan Bantul, Kapanewon Bantul, Senin (22/8/2022) malam. Kebakaran itu diduga dipicu karena korsleting listrik
Kabid Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Irawan menjelaskan kebakaran terjadi di Toko Planet Ban milik Abdul Hamid pada pukul 21.45 WIB. \"Objek yang terbakar meliputi tumpukan ban dan instalasi listrik,\" ujarnya, Selasa (23/8/2022)
BACA JUGA: Isu BBM Naik, Petani di Bantul Mulai Beralih ke Pompa Listrik
Kejadian ini bermula ketika toko tiba-tiba mengalami pemadaman listrik sebanyak dua kali. Kemudian salah satu karyawan toko ban tersebut berniat menghidupkan sekring listrik. Saat itu karyawan tersebut mencium bau benda terbakar.
Setelah dicari, ternyata api sudah membakar tumpukan ban di dalam toko. Karyawan ini berusaha memadamkan api dengan apar namun tidak berhasil. \"Lalu dia meminta bantuan ke BPBD Bantul,\" katanya.
Api berhasil dipadamkan pukul 22.20 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kebakaran ini. Penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik. Adapun kerugian materi diperkirakan kurang-lebih Rp200.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Daftar mobil listrik murah 2026 di Jogja mulai Rp100 jutaan, cocok untuk mobilitas harian dan hemat biaya BBM
Lima pendaki tersambar petir di puncak Gunung Monrolo, Maros. Satu orang meninggal dunia dan empat lainnya selamat.
Pemkab Sleman bekerja sama dengan 34 perguruan tinggi DIY untuk memperluas akses pendidikan melalui Beasiswa Sleman Pintar 2026.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp81.300 per kg berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia, Senin (25/5/2026)
Kemenkes mencatat 1.443 kasus pemasungan penderita skizofrenia hingga triwulan I 2026 dan mendorong penguatan layanan jiwa