Pameran Art in Focus Angkat Tren Kartu Pos, Hadirkan 120 Karya
Pameran Art in Focus di Sleman menampilkan sekitar 120 karya dari 70 seniman lintas negara melalui medium kartu pos hingga 31 Agustus 2026.
Prosesi kegiatan groundbreaking pembangunan Tol Jogja Bawen di Sanggrahan, Tirtoadi, Mlati, Sleman, Rabu (30/3/2022)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak.
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY akan membahas trase atau jalur Tol Jogja YIA dalam waktu dekat untuk memastikan titik yang dilewati. Tim pengadaan lahan tol ini juga segera menyosialisasikan jalurnya ke masyarakat.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY Krido Suprayitno menjelaskan dalam waktu dekat akan ada rapat koordinasi lintas sektoral untuk membahas trase Tol Jogja YIA yang diajukan Ditjen Bina Marga. Pertemuan ini sekaligus sebagai langkah awal dari tim persiapan pengadaan lahan Tol Jogja YIA untuk menerbitkan izin penetapan lokasi (IPL) dan pembebasan lahan.
BACA JUGA: Kebakaran Rumah di Sleman Tewaskan 3 Orang, Begini Pengakuan Anak Korban
“Kami sudah siapkan materinya untuk segera rapat koordinasi. Ini sekaligus mengawali persiapan pengadaan lahan Jalan Tol Jogja-YIA,” katanya, Jumat (2/9/2022).
Krido mengatakan lahan yang bakal dilalui Tol Jogja YIA sudah sesuai dokumen IPL yang diajukan oleh Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Kami mencermati kembali usulan Dirjen Bina Marga,,” katanya.
Ia belum dapat memastikan kemungkinan adanya perubahan trase. Namun mantan Kepala BPBD DIY ini berharap semua berjalan lancar.
Ia berharap tidak ada perubahan desain dan masyarakat bisa memahami proses pembangunan, karena saat ini sudah melalui proses panjang dengan dinamika beragam. Bahkan pembahasan gambar atau desain telah dilakukan sebanyak empat kali, salah satunya pergeseran titik trase di Mlangi, Sleman.
BACA JUGA: Hingga Agustus, 115 Nyawa Melayang akibat Lakalantas di Bantul, Ini Titik Rawannya
Tol Jogja YIA akan melewati tiga kabupaten yaitu Sleman, Bantul, dan Kulonprogo berada di 11 kecamatan serta 30 pedukuhan. Panjang tol ini sekitar 38,57 kilometer dengan perkiraan luas lahan 503 hektare atau dengan exit toll di empat lokasi, yaitu Exit Gamping, Exit Sentolo, Exit Wates, dan Exit menuju YIA. Karena melewati tiga kabupaten, tim pengadaan lahan akan bertemu dengan kepala daerah sekaligus meminta izin untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat.
“Ada yang elevated, ada yang at grade, kalau elevated nantinya lewat Ring Road Gamping dan tempat tertentu nanti akan pertimbangkan harus elevated, lainnya at grade. Tempat tertentu yang seperti apa? Itu baru akan kami bahas di rapat koordinasi,” kata Krido.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pameran Art in Focus di Sleman menampilkan sekitar 120 karya dari 70 seniman lintas negara melalui medium kartu pos hingga 31 Agustus 2026.
KAI menguji biodiesel B50, memperluas jaringan KRL, dan menanam ribuan pohon sebagai bagian dari strategi transportasi rendah emisi.
SDN Pingit di Kota Jogja hanya menerima 11 murid baru pada tahun ajaran 2026/2027. Sekolah memperkuat kolaborasi agar tetap bertahan di tengah minimnya siswa.
Kasus dugaan mafia tanah di Sleman masuk penyelidikan Polda DIY setelah dua sertifikat milik lansia diduga beralih nama dan menjadi agunan bank.
JBBA 2026 digelar besok dengan penilaian berbasis riset independen untuk mengapresiasi perusahaan dan institusi berkelanjutan di DIY.
Warga Gemawang kini menikmati air bersih hasil olahan air hujan dengan teknologi RO sebagai solusi menghadapi berkurangnya sumber air di Sleman.