Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– BPBD Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana alam di awal musim hujan. Untuk antisipasi bisa dilakukan dengan pengamatan serta menjaga kebersihan di lingkungan sekitar rumah.
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait dengan cuaca. Ia tidak menampik sekarang sudah mulai turun hujan. Kendati demikian, secara pemantauan saat ini masih di masa pancaroba atau peralihan dari kemarau ke musim hujan.
“Hujan yang turun masih kategori kiriman,” kata Purwono kepada wartawan, Jumat (9/9/2022).
Menurut dia, Gunungkidul memasuki musim hujan di Oktober mendatang. meski demikian, ia mengakui hujan yang turun saat ini harus tetap diwaspadai karena tetap berpotensi mengakibatkan terjadinya bencana alam.
Potensi ini, sambung Purwono, salah satunya bahaya angin kencang yang bisa mengakibatkan pohon tumbang atau rumah rusak. Hasil dari pemetaan, kerawanan angin kencang berpotensi terjadi di seluruh wilayah Gunungkidul. “Kami terus mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana angin kencang karena dapat terjadi sewaktu-waktu,” katanya.
Baca juga: Jogja Dilanda Hujan di Tengah Kemarau, Ini Penjelasan BMKG
Menurut dia, upaya antisipasi bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memantau kondisi di lingkungan sekitar. Sebagai contoh pada saat langit dipenuhi dengan awan hitam bisa segera menghentikan aktivitas di luar rumah.
Selain itu, pengurangan risiko bencana dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan di sekitar rumah. Dahan dan ranting yang telah rimbun dipangkas untuk mengurangi risiko pohon tumbang.
“Ada baiknya juga membersihkan saluran-saluran air agar tidak mampet,” katanya.
Meski ada potensi bencana dengan turunnya musim hujan, namun masa ini ditunggu-tunggu oleh petani Gunungkidul. Pasalnya, petani mulai menggarap lahan karena di Bumi Handayani didominasi oleh sawah tadah hujan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan, untuk menyambut musim hujan sudah membuat Surat Edaran No.557/1059 tertanggal 12 Agustus 2022. Inti dari edaran ini meminta para petani menyiapkan lahan untuk memulai masa tanam. Selain itu, bagi petani yang belum memanen singkong segera memanen agar saat datang musim hujan lahan yang dimiliki sudah bisa dipergunakan menanam padi.
“Lahan yang dipersiapkan bisa diolah terlebih dahulu sehingga saat hujan turun dengan kapasitas merata bisa langsung memulai penanaman padi. Untuk pupuk subisidi juga sudah siap sehingga bisa ditebus untuk masa pemeliharaan tanaman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Rencana Depo Nirmala Bantul menjadi TPS 3R masih terkendala persetujuan warga Padokan Kidul. DPRD meminta sosialisasi dan SOP.
Penempatan manajer KDKMP belum dimulai. Sebanyak 29.830 calon manajer telah mengikuti seleksi dan pelatihan.
Z Jerman siap mendukung program PLTS 100 GW Indonesia, tetapi menilai sistem kelistrikan dan SDM perlu diperkuat.
Kepala BGN Sudaryono menemui Jaksa Agung ST Burhanuddin membahas pendampingan hukum dan pengawasan tata kelola program MBG.
Polisi menjerat S dengan pasal berlapis KUHP baru atas perusakan bendera dan palang kereta di Bantul-Sleman, ancaman maksimal 7 tahun penjara.