Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– BPBD Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana alam di awal musim hujan. Untuk antisipasi bisa dilakukan dengan pengamatan serta menjaga kebersihan di lingkungan sekitar rumah.
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait dengan cuaca. Ia tidak menampik sekarang sudah mulai turun hujan. Kendati demikian, secara pemantauan saat ini masih di masa pancaroba atau peralihan dari kemarau ke musim hujan.
“Hujan yang turun masih kategori kiriman,” kata Purwono kepada wartawan, Jumat (9/9/2022).
Menurut dia, Gunungkidul memasuki musim hujan di Oktober mendatang. meski demikian, ia mengakui hujan yang turun saat ini harus tetap diwaspadai karena tetap berpotensi mengakibatkan terjadinya bencana alam.
Potensi ini, sambung Purwono, salah satunya bahaya angin kencang yang bisa mengakibatkan pohon tumbang atau rumah rusak. Hasil dari pemetaan, kerawanan angin kencang berpotensi terjadi di seluruh wilayah Gunungkidul. “Kami terus mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana angin kencang karena dapat terjadi sewaktu-waktu,” katanya.
Baca juga: Jogja Dilanda Hujan di Tengah Kemarau, Ini Penjelasan BMKG
Menurut dia, upaya antisipasi bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memantau kondisi di lingkungan sekitar. Sebagai contoh pada saat langit dipenuhi dengan awan hitam bisa segera menghentikan aktivitas di luar rumah.
Selain itu, pengurangan risiko bencana dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan di sekitar rumah. Dahan dan ranting yang telah rimbun dipangkas untuk mengurangi risiko pohon tumbang.
“Ada baiknya juga membersihkan saluran-saluran air agar tidak mampet,” katanya.
Meski ada potensi bencana dengan turunnya musim hujan, namun masa ini ditunggu-tunggu oleh petani Gunungkidul. Pasalnya, petani mulai menggarap lahan karena di Bumi Handayani didominasi oleh sawah tadah hujan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan, untuk menyambut musim hujan sudah membuat Surat Edaran No.557/1059 tertanggal 12 Agustus 2022. Inti dari edaran ini meminta para petani menyiapkan lahan untuk memulai masa tanam. Selain itu, bagi petani yang belum memanen singkong segera memanen agar saat datang musim hujan lahan yang dimiliki sudah bisa dipergunakan menanam padi.
“Lahan yang dipersiapkan bisa diolah terlebih dahulu sehingga saat hujan turun dengan kapasitas merata bisa langsung memulai penanaman padi. Untuk pupuk subisidi juga sudah siap sehingga bisa ditebus untuk masa pemeliharaan tanaman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
KNKT mengungkap 6 faktor penyebab tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Bekasi Timur. Dari sinyal hingga pengereman, ini temuan lengkapnya.
Astra Motor Yogyakarta menggelar Bootcamp Road to Cari Aman Academy untuk mengasah kompetensi siswa sebagai pelopor keselamatan berkendara.
MotoGP Adelaide 2027 terancam batal setelah gugatan lingkungan menghentikan pembangunan sirkuit. 400 pohon berpotensi ditebang, debut pun tidak aman.