Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Ilustrasi./SOLOPOS-Ratna Puspita Dewi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pasca regrouping Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Tepus, para siswa yang harus pindah ke sekolah baru disediakan angkutan antar jemput gratis. Fasilitas ini diberikan untuk memberikan kemudahan siswa untuk bersekolah.
Kepala SD Negeri Sumberwungu 2 di Dusun Klayu, Sumberwungu, Tepus, Kamto, mengatakan SDN Tepus 2 sudah tidak ada karena sudah dihapus. Siswa yang ada harus pindah dan bergabung ke sekolah lain.
“Sekolah kami dapat tambahan 21 murid dari SDN Tepus 2,” kata Kamto kepada wartawan, Senin (12/9/2022).
Dia tidak menampik, proses perpindahan ada sedikit masalah karena wali murid keberatan dengan jarak ke sekolah yang baru. Menurut Kamto, jarak sekolah lama dengan SDN Sumberwungu 2 sekitar 2,5 kilometer.
Permasalahan akses ke sekolah ini disiasati dengan menyediakan angkutan gratis untuk para siswa bekas SDN Tepus 2. “Ada mobil dinas Toyota Kijang. Mulai hari ini [Senin 12/9/2022] digunakan antar jemput,” ujarnya.
Meski demikian, Kamto mengakui pengangkutan dilakukan dua kali dengan titik angkut di Dusun Blekonang. “Berhubung tidak ada petugas khusus. Maka, para guru bergantian menjemput para siswa ini,” katanya.
Sebelum masuk sekolah, sudah ada upaya mengumpulkan orang tua siswa pindahan dari SDN Tepus 2. Harapannya agar para siswa bisa berbaur dengan 39 siswa lainnya. “Mudah-mudahan dengan fasilitas antar jemput ini, para siswa dapat betah bersekolah di tempat kami,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, mengatakan dinasnya sengaja menyediakan fasilitas angkutan gratis untuk para siswa dari SD N Tepus 2 ke SDN Sumberwungu 2. Selain untuk mempermudah akses, juga untuk pengawasan para siswa.
“Mobil dinas sudah kami serahkan dan mulai dioperasikan untuk antar jemput,” katanya.
Disinggung mengenai pembangunan sekolah baru, Nunuk mengatakan, jika ke depan persyaratan memungkinkan SDN Tepus 2 dibangun kembali. “Saat ini yang terpenting anak-anak dapat terpenuhi fasilitas untuk bersekolah dengan layak,” katanya.
Proses penggabungan SDN Tepus 2 sudah diwacanakan sejak lama. Puncaknya di 2021 lalu, bersamaan dengan pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang mengharuskan gedung sekolah terbongkar karena terdampak proyek.
Dinas Pendidikan Gunungkidul tidak membangunkan gedung pengganti karena lebih memilih menggabungkan dengan sekolah lainnya. Meski sudah direncanakan sejak 11 Juli 2022, tapi pelaksanaan baru efektif mulai 1 September lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Gempa 7 magnitudo mengguncang NTT pada Sabtu pagi. Getaran terasa hingga Lombok dan BMKG menerbitkan peringatan dini tsunami.
Kemenkes mencatat 15,6 juta kasus ISPA hingga Agustus 2026. Kemarau, polusi, dan kualitas udara turut menjadi perhatian.
Website Genhi hadir untuk mengintegrasikan 10 bank sampah di Purwokinanti sekaligus memudahkan komunikasi dan pendaftaran nasabah.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 15 Agustus 2026 didominasi cerah. Suhu mencapai 31°C, masyarakat diminta waspada cuaca terik.
Jadwal perpanjang SIM Gunungkidul Agustus 2026 tersedia lewat SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, SIM Keliling, dan layanan malam.