Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Pembuatan Surat Izin Mengemudi. /Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Polres Gunungkidul terus berupaya memberikan kemudahan dalam layanan perpanjangan SIM. Pasalnya, perpanjangan tak harus datang ke Kantor Satpas karena ada layanan ke desa.
Bagian Urusan SIM, Satpas Polres Gunungkidul, Aiptu Aris Puji Yuana mengatakan, untuk layanan SIM yang utama di kantor Satpas di kopleks Mapolres Gunungkidul. Meski demikian, juga ada alternatif lain pengurusan karena juga melaksanakan layanan keliling.
Dia menjelaskan, layanan keliling di September dilaksankaan di tiga lokasi. Setiap Selasa, mobil SIM keliling membuka layanan di Balai Kalurahan Wiladeg, Karangmojo. Adapun setiap Rabu pelayanan dibuka di Toserba Sambipitu di Kalurahan Bunder, Patuk. “Layanan ini mulai pukul 08.00-11.00 WIB,” kata Aris kepada wartawan, Kamis (15/9/2022).
Selain itu, layanan SIM keliling juga dibuka di Mal Pelayanan Publik di area Terminal Dhaksinarga setiap Jumat mulai pukul 08.00-10.00 WIB. “Untuk SIM keliling hanya melayani perpanjangan. Sedangkan proses pengajuan baru harus datang ke kantor Satpas Polres Gunungkidul,” ungkapnya.
BACA JUGA: Ini Alasan Pemkot Jogja Batalkan Izin Hotel dan Apartemen
Aris menambahkan, beberapa waktu lalu sempat kekurangan material pencetakan SIM. Meski demikian, untuk sekarang tidak ada masalah dan setiap pemohon bisa langsung mendapatkan SIM baru.
Menurut dia, proses perpanjangan dilakukan sebelum masa berlaku habis. Pasalnya, jika pengurusan setelah masa berlaku habis, maka proses permohonan harus seperti membuat SIM baru.
“Yang tidak kalah penting, masa berlaku bukan lagi mengacu pada tanggal lahir, tapi disesuaikan dengan proses pengajuan. Jangan sampai terlambat mengurusnya, karena nanti harus mengulang seperti membuat SIM baru,” kata Aris.
Kasubag Humas Polres Gunungkidul, AKP Suryanto menambahkan, untuk ketertiban dalam berlalulintas, pengendara motor tidak hanya harus memiliki SIM atau kelengkapan surat lainnya. Namun demijkian, juga harus mematuhi rambu-rambu yang berlaku. “Selain itu juga harus memakai alat pelindung diri seperti pengendara motor memakai helm, sedangkan untuk mobil harus memakia sabuk pengaman,” katanya.
Menurut dia, keselamatan dalam berlalulintas merupakan prioritas untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalanan. “Selalu berhati-hati, cek kondisi kendaraan secara berkala. Ingat kecelakaan tidak hanya merugikan diri sendiri, tapi juga orang lain,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Kementerian PU mempercepat pembangunan dan rehabilitasi irigasi untuk menghadapi ancaman El Nino terhadap target swasembada pangan.
OJK mewajibkan laporan insidental PMDK melalui Sistem Pelaporan OJK mulai 1 Oktober 2026 untuk memperkuat pengawasan berbasis teknologi.
PSS Sleman memanfaatkan jeda internasional dengan mengasah tendangan bebas untuk memaksimalkan peluang dari situasi bola mati.
Sebanyak 11 calon lurah berstatus petahana gagal mempertahankan jabatannya dalam Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Gunungkidul yang digelar Sabtu (26/9/2026).
Dealer baru Royal Enfield Jogja resmi dibuka di Jalan Laksda Adisucipto. Ada test ride, servis, sparepart asli, hingga ruang komunitas.