Besok Pilihan Lurah Serentak Digelar di 31 Kalurahan Gunungkidul, Ini Daftarnya
Pemilihan lurah serentak Gunungkidul digelar Sabtu (26/9/2026) di 31 kalurahan yang tersebar di 16 kapanewon. Simak daftar lokasinya.
Petani di Kalurahan Kanigoro, Saptosari sedang mempersiapkan lahan untuk masa tanam pertama di awal musim hujan. Foto diambil Senin (19/9/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mendorong petani untuk segera menebus pupuk bersubsidi yang dimiliki. Hal ini dibutuhkan untuk persiapan pemeliharaan tanaman di musim tanam pertama di awal musim hujan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Sustiwiningsih mengatakan kuota pupuk bersubsidi masih aman hingga sekarang. Memasuki musim hujan ini, para petani diminta segera menebus jatah pupuk yang dimiliki di toko-toko yang telah ditunjuk.
“Penebusan harus sesuai dengan rencana daftar kebutuhan kelompok. Sebab, kuotanya sudah disesuaikan dengan masing-masing kebutuhan,” kata Sustiwingsih, Selasa (20/9/2022).
Dia menjelaskan, untuk kuota pupuk bersubsidi jenis urea mendapatkan jatah sebanyak 17.139 ton. Hingga sekarang sudah terserap sebanyak 35%.
BACA JUGA: Ada 55 Orang Tewas akibat Lakalantas di Gunungkidul Tahun Ini, Berikut Titik Rawannya...
Sedangkan untuk jenis NPK atau Phonska, petani Gunungkidul mendapatkan kuota sebanyak 8.020 ton. “Untuk serapannya lebih baik karena sudah mencapai 52 persen disalurkan ke petani,” ungkapnya.
Sustiwiningsih berharap kepada petani agar segera menembus jatah pupuk yang dimiliki. Terlebih lagi, saat sekarang sudah mulai persiapan masa tanam karena diprediksi mulai Oktober sudah memasuki musim hujan.
“Kami sudah membuat edaran agar mulai persiapan sehingga saat hujan lahan bisa langsung dimanfaatkan untuk menanam padi,” katanya.
Meski demikian, sambung dia, untuk penebusan tidak bisa dilakukan sembarangan karena harus menggunakan Kartu Tani. “Ya kalau kartunya bermasalah, tetapi sudah masuk dalam e-RDKK maka tetap bisa mengambil dengan cara menebus ke agen,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan, penyaluran pupuk memang belum optimal sampai sekarang ini. Menurut dia, penyerapan pupuk bersubsidi di Gunungkidul berbeda dengan daerah lain di DIY seperti di Bantul dan Sleman. Kondisi ini tak lepas dari pola tanam yang bergantung dengan musim hujan.
“Kalau daerah lain dengan sistem irigasi yang ada, maka masa tanam tak berpengaruh dengan musim. Tapi, untuk Gunungkidul sangat bergantung karena mayoritas sawah yang ada merupakan tadah hujan,” katanya.
Penanaman yang bergantung dengan musim hujan, maka berdampak terhadap pengambilan pupuk bersubsidi oleh petani. Pasalnya, pupuk-pupuk ini baru diambil saat awal musim hujan mulai September. “Makanya kami terus dorong agar segera menebus sehingga persiapan untuk musim tanam tidak terganggu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemilihan lurah serentak Gunungkidul digelar Sabtu (26/9/2026) di 31 kalurahan yang tersebar di 16 kapanewon. Simak daftar lokasinya.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.