Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta (baju putih lengan panjang) bersama dengan Direktur Kepatuhan BPD DIY, Dian Ariani (samping kiri bupati) menunjukkan transaksi digital untuk e-parkir di Taman Kuliner di Kota Wonosari, Kamis (22/9/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perhubungan Gunungkidul menerapkan parkir elektronik mulai Kamis (22/9/2022). Di tahap awal, pembayaran parkir menggunakan teknologi finansial ini diterapkan di Taman Kuliner di Kota Wonosari.
Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, mengatakan, e-parkir merupakan sebuah inovasi untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat. Program ini juga mengurangi risiko parkir liar yang dapat merugikan para pengendara.
“Dengan program digital, pembayaran disesuaikan dengan tarif yang tertera di perda. Sepeda motor Rp1.000 dan mobil Rp2.000, langsung diambil dari saldo pay digital,” kata Rakhmadian kepada wartawan, Kamis siang.
Menurut dia, keberadaan parkir digital akan terus dikembangkan. “Jaringan e-Parkir akan terus diperluas. Tapi, prosesnya dilakukan secara bertahap,” ungkpanya.
Guna memudahkan penerapan parkir digital, dinas perhubungan telah bekerja sama dengan penyedia layanan digital. Salah satunya dengan BPD DIY yang akan memberikan kemudahan dalam pembayaran digital. Pembayaran cukup menggunakan dompet elektronik di ponsel. Pengendara cukup memindai kode batang (barcode) yang disediakan juru parkir (jukir) atau di papan yang terpasang di sekitar Taman Kuliner. “Jadi bayarnya semakin cepat dan transparan,” imbuh mantan Panewu Tanjungsari ini.
Direktur Kepatuhan BPD DIY, Dian Ariani, mengatakan e-parkir menjadi salah satu inovasi teknologi pembayaran non-tunai. Pihaknya berkomitmen untuk membantu pengembangan sistem transaksi digital ini.
“Kami sudah menyiapkan aplikasinya dan masyarakat bisa memanfaatkan untuk layanan e-parkir,” katanya.
BACA JUGA: Sempat Ditolak Warga Baciro, Bangunan di Jl. Gayam Kini Diperiksa KPK
Menurut dia, dukungan terhadap pengembangan transaksi digital tidak hanya lewat e-parkir. Dukungan juga dilakukan dengan memperluas jaringan agen laku pandai di kalurahan di Bumi Handayani. “Para agen ini bisa melayani transaksi keuangan layaknya bank mulai dari transfer, pembayaran pajak air, listrik hingga PBB,” katanya.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta menambahkan e-parkir menjadi bagian dari gerakan transformasi digital seiring dengan perkembangan teknologi digital.
“Ini jelas memberikan kemudahan sehingga jangkauannya harus ditambah dan tidak hanya di Taman Kuliner,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.