Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, BANTUL — Rumah sakit (RS) tipe D Bantul bernama RS Saras Adyatma yang berlokasi di Kapanewon Bambanglipuro resmi beroperasi. Hanya saja, karena layanan masih terbatas, maka operasional RS Tipe D tersebut masih digratiskan.
“Sudah beroperasi, intinya sudah jalan sebuah rumah sakit kelas D Saras Adyatma. Layanan supporting misalnya paru, layanan KIA, pemantauan ibu hamil, gizi buruk dan penyakit menular lain,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Agus Budi Raharja, Rabu (28/9/2022).
Meski sudah beroperasi, tetapi layanan kesehatan di rumah sakit tersebut masih gratis atau belum ada tarif yang dibebankan kepada pasien karena belum ada dasar hukumnya.
Saat ini pihaknya masih berupaya menjadikan RS tipe D dalam pengelolaan keuangan melalui konsep Badan layanan Umum Daerah (BLUD).
BACA JUGA: Honor Naik, Pendaftar Panwascam di Bantul Meningkat
Selain itu juga membutuhkan kerja sama dengan BPJS Kesehatan agar operasional rumah sakit tetap maksimal. “Tidak bisa BLUD saja tanpa kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Apalagi Bantul sudah UHC, sehingga hampir semua warga Bantul sudah menjadi peserta BPJS. Rumah sakit juga butuh operasional, maka perlu BLUD dan kerjasama dengan BPJS,” katanya.
Selain itu, hinga kini penyempurnaan gedung juga terus dilakukan, termasuk menambah sarana prasarana serta penambahan dokter spesialis sesuai kebutuhan.
Kepala RS Tipe D, Tarsius Glory mengatakan meski sudah beroperasi, operasional RS Tipe D masih terbatas dan baru membuka layanan sepenuhnya pada 3 Oktober mendatang. “Saat ini baru layanan program prioritas,” katanya.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih sebelumnya mengatakan bahwa keberadaan fasilitas kesehatan ini sangat penting dan bernilai strategis, dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Oleh karenanya, dengan adanya RS Tipe D Saras Adyatma diharapkan dapat digunakan sesuai dengan peruntukannya.
BACA JUGA: Jasad Orok Ditemukan di Pantai Parangkusumo
Menurutnya, keberadaan Rumah Sakit Tipe D tersebut menjawab tantangan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan, baik dari aspek kualitas maupun kuantitas, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas derajat kesehatan masyarakat Kapanewon Banguntapan dan Kabupaten Bantul secara keseluruhan.
Sementara Anggota Komisi D DPRD Bantul yang membidangi kesehatan, Paidi mengatakan dibangunnya RS Tipe D Saras Adyatma diharapkan mampu mewadahi atau memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang berada di sisi selatan seperti Sanden, Kretek, Pundong dan Pandak.
Meski belum beroperasi sepenuhnya, namun rumah sakit tersebut bisa mengurangi antrean di rumah sakit wilayah perkotaan. “Sehingga semakin banyak yang bisa terlayani dengan cepat khususnya dari wilayah Bantul selatan,” katanya.
Namun, konsekuensinya adalah dokter dan peralatan medis harus lengkap, termasuk penambahan dokter spesialis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Penjualan mobil Agustus 2026 tembus 81.756 unit secara wholesales dan 83.422 unit retail, menjadi rekor tertinggi tahun ini.
Pasutri Suyanto dan Dwi Astutiningsih kembali bertarung menjadi Lurah Dengok, Playen, setelah duel serupa terjadi pada pemilihan 2018.
Apple Event 9 September digelar pukul 00.00 WIB. iPhone lipat dan iPhone 18 Pro menjadi produk yang paling dinanti.
FIFA ASEAN Cup 2026 masuk kalender FIFA Matchday sehingga Timnas Indonesia berpeluang diperkuat pemain abroad.
Tol Jogja-Bawen Seksi 6 Ambarawa-Bawen ditargetkan beroperasi November 2026 setelah memasuki tahap Uji Laik Fungsi Operasi.