KPK Pastikan Perkara Inkracht, Pemda DIY Bisa Lanjutkan Perbaikan Mandala Krida
Kepastian hukum perkara korupsi Mandala Krida membuka jalan bagi Pemda DIY melanjutkan rehabilitasi. DED stadion disiapkan pada 2027.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman mengimbau warga yang tinggal di wilayah lereng untuk lebih waspada pada cuaca ekstrem. Kepala BPBD Sleman, Makwan mengatakan di kawasan lereng ada kecuraman, sehingga ada potensi bahaya seperti longsor.
"Kalau di lereng jadi aliran deras. Kecuraman yang tinggi ada daya rusak," paparnya, Senin (3/10/2022).
Beberapa kecamatan yang menurutnya perlu waspada seperti di Cangkringan, Pakem dan lokasi lain yang berada di perbukitan. Antisipasi BPBD Sleman jika terjadi bencana di antaranya dengan menyiapkan tim reaksi cepat yang siap sedia selama 24 jam. Dengan peralatan dan personil yang siap dalam kondisi kedaruratan.
"Teman-teman relawan siap digerakkan saat kondisi darurat, lalu sarana prasarana penyelamatan jiwa seperti ambulans siap sedia," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, yang perlu lebih diwaspadai adalah adanya potensi cuaca ekstrem, bukan kapan masuknya musim hujan. Karena cuaca ekstrem kerap melebihi daya dukung wilayah.
BACA JUGA: Ini Daftar Nama Tim Investigasi Tragedi Kanjuruhan
"Kalau hujan rutin musim hujan kan lahan masih mampu. Cuaca ekstrem ini yang perlu diperhatikan, karena cuaca ekstrem hampir dipastikan ada dampak," lanjutnya.
Kepala kelompok data dan informasi BMKG Stasiun klimatologi Sleman, Etik Setyaningrum menyampaikan secara umum wilayah DIY masuk periode masa peralihan dari musim kemarau ke musim pancaroba. Pada masa peralihan ini, cuaca ekstrem berpotensi sering terjadi pada siang-sore sampai menjelang malam.
"Diperkirakan awal musim hujan di wilayah DIY pada Oktober Dasarian II atau pertengahan Oktober, yang artinya potensi hujan sudah mulai konsisten," ucapnya.
Adanya potensi cuaca ekstrem ini masyarakat dihimbau untuk waspada pada potensi genangan, banjir, longsor, bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat terutama di daerah rawan banjir dan longsor di dekat bantaran sungai," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kepastian hukum perkara korupsi Mandala Krida membuka jalan bagi Pemda DIY melanjutkan rehabilitasi. DED stadion disiapkan pada 2027.
Penyadapan ilegal terancam 10 tahun penjara berdasarkan KUHP. Pengamat menjelaskan sanksi bagi penyadap komunikasi presiden dan tanggung jawab operator.
Rotasi Polda DIY berdasarkan Telegram Kapolri 2 November 2026 mengganti Kapolresta Jogjakarta dan Dirreskrimum. Ini nama pejabat barunya.
Yusril mengungkap indikasi makar dalam kasus penyadapan Presiden yang menyeret eks Kapolri Listyo Sigit dan dua jenderal lainnya.
SIM Keliling Polda DIY beroperasi selama November 2026 di sejumlah lokasi. Simak jadwal, persyaratan, dan biaya perpanjangan SIM A serta C.
Jadwal KRL Palur-Jogja Kamis 5 November 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari 13 stasiun hingga Jogja.