Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Pembukaan karnaval SD Gedongkiwo dalam rangka merayakan HUT ke-266 Jogja yang dibuka oleh Lurah Gedongkiwo Supriyono, Senin (3/9/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA — Sungguh kreatif. Sebanyak 287 siswa SDN Gedongkiwo mengkreasi limbah sampah tak terpakai untuk dijadikan kostum karnaval guna memeriahkan HUT ke-266 Jogja. Limbah yang dikreasi tersebut dari botol plastik, kertas sisa, hingga kardus, warga Gedongkiwo mengapresiasi kreasi tersebut.
Selain karnaval, pentas seni di Kantor Kelurahan Gedongkiwo juga memeriahkan HUT Jogja pada Senin (3/10/2022). Ribuan warga Gedongkiwo terhibur oleh perayaan tersebut.
Lurah Gedongkiwo, Supriyono mengapresiasi karnaval tersebut. “Apalagi yang melakukan adalah anak-anak, jadi partisipasi peringatan HUT ke-266 Jogja ini sangat meriah dan membuat warga antusias,” ucap dia, Selasa (4/10/2022).
BACA JUGA: Hajad Dalem Sekaten 2022 Kembali Digelar Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat
Supriyono juga mengapresiasi kreasi pemanfaatan limbah jadi kostum karnaval tersebut. “Kreasi ini sangat menginspirasi untuk turut memanfaatkan barang yang ada terutama yang sudah tidak bermanfaat,” katanya.
Pelaksana Harian Kepala SDN Gedongkiwo, Umi Hariyani menyebut penggunaan limbah untuk kostum tersebut dilakukan untuk menunjang tema karnaval. “Temanya SDN Gedongkiwo Mewujudkan Satu Bumi untuk Masa Depan, karena kami juga sekolah status Adiwiyata,” jelasnya, Selasa siang.
Melalui pemanfaatan limbah sampah tersebut, kata Umi, juga dimaksudkan untuk mengampanyekan hidup ramah lingkungan ke masyarakat.
“Lewat siswa-siswa, kami ingin menyampaikan bahwa masalah sampah bisa dikelola siapa saja termasuk anak-anak,” ujarnya.
Umi menjelaskan status SD Gedongkiwo sebagai sekolah Adiwiyata harus bisa berkontribusi ke masyarakat sekitar. “Harapannya status tersebut juga bisa dijaga dan ditingkatkan terus,” ucap dia.
Lewat karnaval tersebut, lanjut Umi, juga diharapkan siswa mampu memiliki kebanggaan atas kotanya. “Supaya mereka sebagai generasi penerus bisa punya motivasi untuk terus mengembangkan Jogja sebagai katanya,” ucapnya.
Nilai-nilai tradisi, jelas Umi, juga turut dilestarikan lewat karnaval tersebut. “Siswa-siswa kami memakai adat istiadat yang dapat mendekatkan nilai-nilai tradisi supaya terus dilestarikan, terutama soal perilaku dan karakter yang bagus karena mereka masih anak-anak,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.