Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi kematian/Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN—Warga dihebohkan dengan penemuan mayat laki-laki tanpa identitas, mengambang di saluran irigasi di kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Minggu (9/10/20220 malam.
Kapolsek Gamping, Kompol B. Muryanto, menjelaskan mayat tanpa identitas tersebut ditemukan sekira pukul 19.50 WIB. Ia memastikan mayat tersebut bukan warga setempat dan berdsarkan ciri-ciri fisiknya diperkirakan berumur sekitar 50 tahun.
Ia menceritakan sesosok mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang saksi, Tuslano, 52, warga asal Pandak Bantul, yang saat itu sedang beristirahat di atas jembatan saluran irigasi. “Tiba-tiba melintas sesosok mayat yang hanyut di saluran air,” ujarnya, Senin (10/10/2022).
Aliran air saat itu sedang cukup deras. Maka Tuslano pun segera memberitahukan satpam yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. Kedua orang itu lantas menyusuri saluran irigasi tersebut ke arah selatan dan menemukan mayat tersebut menyangkut ranting pohon.
Baca juga: Kalurahan Didorong Ajukan Program Arsitektur Gaya Yogyakarta
Setelah itu keduanya langsung menghubungi Polsek Gamping untuk evakuasi dan identifikasi mayat tersebut. Petugas mendatangi lokasi bersama tenaga medis dari Puskesmas Gamping. “Hasil pemeriksaan, korban meninggal kurang-lebih tiga hari,” ungkapnya.
Ketika ditemukan, mayat tersebut mengenakan celana warna hitam, baju koko warna merah marun dan tidak mengantongi kartu identitas. Dari pemeriksaan itu, polisi juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh mayat.
Adapun penyebab kematian mayat tersebut hingga berita ini diturunkan belum diketahui. Usai dievakuasi, mayat dibawa ke RSUP Dr. Sardjito untuk identifikasi lebih lanjut dan mengetahui penyebab kematiannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Pemkab Bantul membahas penataan kawasan Panggung Krapyak, termasuk rencana pengaturan tinggi dan bentuk bangunan di sekitar Sumbu Filosofis.
Hadeging Pakualaman 2026 diperingati dua kali karena kalender Masehi dan Jawa. Ada lomba seni, budaya, aksara Jawa, hingga tradisi.
Penerbangan di Bandara APT Pranoto Samarinda masih aman di tengah karhutla. Otoritas menyiapkan langkah antisipasi kabut asap.
Ahmad Arif Syarif meraih doktor FH UII setelah meneliti dasar pertimbangan hakim menentukan kepatutan dalam sengketa kontrak.
Prabowo meninjau karhutla Kubu Raya dan meminta penanganan dipercepat serta pelanggaran hukum ditindak tegas sesuai ketentuan.