Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul memastikan belum ada kasus gagal ginjal akut pada anak-anak di Bumi Handayani. Meski demikian, upaya pencegahan telah dilakukan.
Salah satunya adalah dengan menerbitkan edaran untuk tentang pemberian obat sirup di seluruh fasilitas kesehatan yang ada.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan kasus gagal ginjal akut pada anak sudah ditemukan di DIY.
Hanya saja, kata dia, hingga sekarang di wilayah Gunungkidul belum ada laporan maupun temuan kasus.
“Belum ada laporan, kami tetap mewaspadai potensi terjadinya kasus,” kata Dewi kepada wartawan, Rabu (19/10/2022).
Menurut dia, hingga sekarang belum diketahu secara pasti penyebab munculnya kasus gagal ginjal pada anak. Namun, ada dugaan, salah satunya disebabkan karena kandungan dalam obat sirup.
Tindak lanjut dari indikasi ini, Dewi mengakui sudah membuat edaran. Untuk sementara fasilitas kesehatan diminta menghentikan pemberian obat cair atau sirup kepada pasien anak.
“Kami minta kepada fasyankes untuk memberikan obat jenis sirup,” katanya.
Edaran tentang penggentian obat cair ini sejalan dengan Surat Edaran No.SR.01.05/3461/2022 tentang Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Gagal Ginjal Akut pada anak. Isi dari surat ini salah satunya meminta kepada tenaga kersehatan tidak meresepkan obat dalam bentuk cair sementara waktu.
Untuk pencegahan, Dewi meminta masyarakat ikut berpartisipasi dengan melakukan antisipasi secara dini. Apabila mendapati anak mengalami gejala yang mengarah pada gangguan ginjal segera dilakukan pemeriksaan.
Ia menjelaskan, gejala paling jelas jika terjadi gangguan ginjal adalah volume air seni yang menurun. Gejala umum lainnya adalah demam, mual disertai muntah, batuk, dan sebagainya.
“Jangan tunda-tunda karena pencegahan sejak dini akan baik hasilnya,” katanya.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Gunungkidul, Diah Prasetyorini menambahkan, belum ada gejala pasti terkait dengan temuan kasus gagal ginjal akut. Namun, lanjut dia, upaya pencegahan harus dioptimalkan.
Untuk itu, dia memberikan tip, apabila anak mengalami gejala demam agar tidak langsung memberikan obat. Langkah pertama dilakukan penegcekan suhu tubuh, perbanyak minum air putih, hingga dikompres dengan air hangat.
“Kalau tidak ada perubahan bisa dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.