Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Gunungkidul mencatat hingga akhir Oktober ada peristiwa kebakaran sebanyak 42 kasus. Masyarakat diminta mewaspadai potensi kebakaran, salah satunya memastikan tungku perapian dimatikan pada saat selesai beraktivitas.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Gunungkidul, Handoko mengatakan, kebakaran terakhir terjadi di Dusun Jelok, Pacarejo, Semanu. Rumah milik Sutarto,39 ludes terbakar dilahap si jago merah.
“Kejadiannya sekitar Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB,” kata Handoko kepada wartawan, Kamis (20/10/2022) siang.
Menurut dia, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, karena pemilik bersama keluarganya sedang bertamu ke saudara. Meski demikian, akibat peristiwa ini Sutarto mengalami kerugian sekitar Rp75 juta.
“Bangunannya rata dengan tanah,” katanya.
Handoko menambahkan, peristiwa kebakaran di Dusun Jelok hanya salah satu kasus yang terjadi. Pasalnya, sejak awal Januari hingga akhir Oktober ini tercatat ada 42 kejadian.
Ia mengakui, dari jumlah tersebut, petugas pemadam kebakaran berhasil menangani sebanyak 29 kasus. Adapun 13 kasus lainnya ditangani oleh sukarelawan dengan bantuan warga di sekitar terjadinya kebakaran.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran di Gunungkidul,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Bagian Tata Usaha (TU), UPT Pemadam Kebakaran Gunungkidul, Ngadiyono. Menurut dia, dampak kebakaran yang terjadi hanya menimbulkan korban material.
BACA JUGA: 2 Balita di Bantul Meninggal karena Gagal Ginjal, Pemkab Terjunkan Tim
Total dari 42 peristiwa ini menimbulkan kerugian sekitar Rp1,886 miliar. “Mayoritas kebakaran terjadi apda rumah. Tapi ada juga yang menimpa kandang, maupun pabrik milik warga,” katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, peristiwa kebakaran banyak disebabkan karena tungku atau perapian sebanyak 21 kasus. Adapun 21 kasus lainnya terjadi karena beberapa macam seperti hubungan arus pendek listrik hingga mesin pemanas yang mengalami kerusakan.
Dia berharap kepada masyarakat untuk terus waspada akan potensi kebakaran. Meski telah memasuki musim hujan, namun tak lantas bahaya menghilang karena bisa terjadi dimana dan kapan pun saja.
Salah satu upaya antisipasi kebakaran dapat dilakukan dengan mengecek secara instalasi listrik secara berkala. Pemakaian kabel instalsai sesuai standar nasional Indonesia.
Selain itu, juga ada upaya memastikan mematikan tungku perapian pada saat selesai beraktivitas. “Tungku perapian jangan dibiarkan menyala pada saat ditinggal karena bisa memicu terjadinya kebakaran,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Cek 5 beasiswa kuliah gratis dan fully funded ke luar negeri untuk mahasiswa Indonesia, termasuk syarat dan jadwal pendaftarannya.
Klasemen Super League usai laga Sabtu 12 September 2026. PSS Sleman terperosok ke dasar klasemen usai takluk 1-3 dari Madura United.
Bantul mendapat tambahan Rp6 miliar untuk penanganan jalan dan permukiman melalui APBD Perubahan 2026. Ada sekitar 10 titik yang disiapkan.
Bezzecchi meraih pole MotoGP San Marino 2026 dengan rekor baru Misano 1:29,982. Marc Marquez kedua, Aldeguer ketiga.
Persija Jakarta menang 2-1 atas Persib Bandung. Ivan Mamut mencetak gol kemenangan pada menit 90+4 dalam duel di GBK.