BPBD Gunungkidul Kaji Sinkhole Tileng Bersama Tim Undip
BPBD Gunungkidul menggandeng tim ahli Undip untuk mengkaji sinkhole di Tileng, Girisubo, yang terus melebar di area pertanian warga.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Gunungkidul mencatat hingga akhir Oktober ada peristiwa kebakaran sebanyak 42 kasus. Masyarakat diminta mewaspadai potensi kebakaran, salah satunya memastikan tungku perapian dimatikan pada saat selesai beraktivitas.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Gunungkidul, Handoko mengatakan, kebakaran terakhir terjadi di Dusun Jelok, Pacarejo, Semanu. Rumah milik Sutarto,39 ludes terbakar dilahap si jago merah.
“Kejadiannya sekitar Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB,” kata Handoko kepada wartawan, Kamis (20/10/2022) siang.
Menurut dia, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, karena pemilik bersama keluarganya sedang bertamu ke saudara. Meski demikian, akibat peristiwa ini Sutarto mengalami kerugian sekitar Rp75 juta.
“Bangunannya rata dengan tanah,” katanya.
Handoko menambahkan, peristiwa kebakaran di Dusun Jelok hanya salah satu kasus yang terjadi. Pasalnya, sejak awal Januari hingga akhir Oktober ini tercatat ada 42 kejadian.
Ia mengakui, dari jumlah tersebut, petugas pemadam kebakaran berhasil menangani sebanyak 29 kasus. Adapun 13 kasus lainnya ditangani oleh sukarelawan dengan bantuan warga di sekitar terjadinya kebakaran.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran di Gunungkidul,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Bagian Tata Usaha (TU), UPT Pemadam Kebakaran Gunungkidul, Ngadiyono. Menurut dia, dampak kebakaran yang terjadi hanya menimbulkan korban material.
BACA JUGA: 2 Balita di Bantul Meninggal karena Gagal Ginjal, Pemkab Terjunkan Tim
Total dari 42 peristiwa ini menimbulkan kerugian sekitar Rp1,886 miliar. “Mayoritas kebakaran terjadi apda rumah. Tapi ada juga yang menimpa kandang, maupun pabrik milik warga,” katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, peristiwa kebakaran banyak disebabkan karena tungku atau perapian sebanyak 21 kasus. Adapun 21 kasus lainnya terjadi karena beberapa macam seperti hubungan arus pendek listrik hingga mesin pemanas yang mengalami kerusakan.
Dia berharap kepada masyarakat untuk terus waspada akan potensi kebakaran. Meski telah memasuki musim hujan, namun tak lantas bahaya menghilang karena bisa terjadi dimana dan kapan pun saja.
Salah satu upaya antisipasi kebakaran dapat dilakukan dengan mengecek secara instalasi listrik secara berkala. Pemakaian kabel instalsai sesuai standar nasional Indonesia.
Selain itu, juga ada upaya memastikan mematikan tungku perapian pada saat selesai beraktivitas. “Tungku perapian jangan dibiarkan menyala pada saat ditinggal karena bisa memicu terjadinya kebakaran,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul menggandeng tim ahli Undip untuk mengkaji sinkhole di Tileng, Girisubo, yang terus melebar di area pertanian warga.
Ribuan warga hadir dalam pengajian dan sholawatan HUT ke-110 Sleman. Bupati tekankan pembangunan spiritual dan kebersamaan.
Chelsea resmi menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru. Simak profil, kontrak, dan target The Blues di musim mendatang.
Westlife bakal konser di GBK Jakarta 2027. Simak jadwal presale, harga tiket lengkap, dan cara beli tiketnya di sini.
PSM vs PERSIB jadi laga penentu juara. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan kondisi terbaru kedua tim di sini.
Sidang Isbat 1 Zulhijah 1447 H digelar hari ini oleh Kemenag. Cek jadwal lengkap dan link live streaming penetapannya.