Penerima Bansos di Gunungkidul Diminta Hindari Judol dan Game Online
Sebanyak 9.921 penerima bansos Gunungkidul terindikasi judi online. Dinsos mengingatkan game online dengan top up juga berisiko.
Seorang petugas berjaga saat proses uji coba peledakan menggunakan dinamit untuk pengeprasan bukit dalam proses pembangunan JJLS di Kalurahan Jepitu, Girisubo pada Selasa (25/10/2022)/Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pengeprasan bukit untuk pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Gunungkidul yang menghubungkan Kecamatan Tepus dengan Girisubo memakai teknik peledakan menggunakan dinamit. Diharapkan proses ini mempecepat pengerjaan sehingga tahun depan pembangunan bisa terselesaikan.
Asisten Pelaksana Satker Pembangunan Jalan Nasional (PJN) DIY, Wahyu Widyantoro mengatakan, pembangunan JJLS di Gunungkidul ditarget selesai di 2023. Hingga sekarang, khususnya ruas yang menghubungkpan Kalurahan Tepus, Tepus dengan Kalurahan Jerukwudel di Kapanewon Girisubo masih berlangsung.
Ruas yang dibangun memiliki panjang sekitar 11 kilometer. Didalam proses pembangunan ada sejumlah bukit yang harus dikepras untuk jalan.
Wahyu tidak menampik didalam pengeprasan ada penggunaan metode blastik dengan meledakkan perbukitan dengan menggunakan dinamit. Salah satunya bukit yang berada di Bukit Pucangsewu di Dusun Karang Lor, Jepitu.
“Kemarin [Selasa 25/10/2022] baru uji coba. Untuk realisasi peledakan dilakukan dalam waktu dekat ini,” kata Wahyu saat dihubungi Harianjogja.com, Rabu (26/10/2022).
Menurut dia, penggunaan dinamit tidak meratakan seluruh bukit yang ada. Pasalnya, peledakan hanya bersifat menggemburkan kontur dan selanjutnya pengerukan dan pemerataan menggunakan alat berat.
Adapun proses peledakan sudah mendapatkan izin dari pihak berwajib. Selain itu, pelaksanaan juga menggandeng pihak ketiga yang sudah ahli dengan metode blasting.
“Tujuannya untuk mempercepat dalam pengeprasan. Proses ini juga sudah disosialisasikan ke masyarakat,” katanya.
BACA JUGA: Jokowi Optimistis HUT RI 17 Agustus 2024 Sudah Bisa Digelar di IKN
Disinggung mengenai bukit yang dikempras menggunakan bahan peledak, Wahyu belum memberikan detail secara rinci. Ia berdalih, teknik blasting sangat tergantung dengan kondisi bebatuan yang ada.
“Sangat bergantung di lapangan. Kalau kontur batuannya keras-keras maka opsi blasting dipakai. Tujuannya agar pengerjaan bisa lebih cepat sehingga pembangunan JJLS dapat selesai sesuai target,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 9.921 penerima bansos Gunungkidul terindikasi judi online. Dinsos mengingatkan game online dengan top up juga berisiko.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.
Lomba Ayam Bekisar Piala Jogja Istimewa ke-3 diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai daerah dan mengangkat pelestarian budaya serta satwa.