Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Seorang petugas berjaga saat proses uji coba peledakan menggunakan dinamit untuk pengeprasan bukit dalam proses pembangunan JJLS di Kalurahan Jepitu, Girisubo pada Selasa (25/10/2022)/Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pengeprasan bukit untuk pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Gunungkidul yang menghubungkan Kecamatan Tepus dengan Girisubo memakai teknik peledakan menggunakan dinamit. Diharapkan proses ini mempecepat pengerjaan sehingga tahun depan pembangunan bisa terselesaikan.
Asisten Pelaksana Satker Pembangunan Jalan Nasional (PJN) DIY, Wahyu Widyantoro mengatakan, pembangunan JJLS di Gunungkidul ditarget selesai di 2023. Hingga sekarang, khususnya ruas yang menghubungkpan Kalurahan Tepus, Tepus dengan Kalurahan Jerukwudel di Kapanewon Girisubo masih berlangsung.
Ruas yang dibangun memiliki panjang sekitar 11 kilometer. Didalam proses pembangunan ada sejumlah bukit yang harus dikepras untuk jalan.
Wahyu tidak menampik didalam pengeprasan ada penggunaan metode blastik dengan meledakkan perbukitan dengan menggunakan dinamit. Salah satunya bukit yang berada di Bukit Pucangsewu di Dusun Karang Lor, Jepitu.
“Kemarin [Selasa 25/10/2022] baru uji coba. Untuk realisasi peledakan dilakukan dalam waktu dekat ini,” kata Wahyu saat dihubungi Harianjogja.com, Rabu (26/10/2022).
Menurut dia, penggunaan dinamit tidak meratakan seluruh bukit yang ada. Pasalnya, peledakan hanya bersifat menggemburkan kontur dan selanjutnya pengerukan dan pemerataan menggunakan alat berat.
Adapun proses peledakan sudah mendapatkan izin dari pihak berwajib. Selain itu, pelaksanaan juga menggandeng pihak ketiga yang sudah ahli dengan metode blasting.
“Tujuannya untuk mempercepat dalam pengeprasan. Proses ini juga sudah disosialisasikan ke masyarakat,” katanya.
BACA JUGA: Jokowi Optimistis HUT RI 17 Agustus 2024 Sudah Bisa Digelar di IKN
Disinggung mengenai bukit yang dikempras menggunakan bahan peledak, Wahyu belum memberikan detail secara rinci. Ia berdalih, teknik blasting sangat tergantung dengan kondisi bebatuan yang ada.
“Sangat bergantung di lapangan. Kalau kontur batuannya keras-keras maka opsi blasting dipakai. Tujuannya agar pengerjaan bisa lebih cepat sehingga pembangunan JJLS dapat selesai sesuai target,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.
Arema FC hajar PSBS Biak 5-2 di Bantul. Joel Vinicius dan Dalberto cetak brace, trio Brasil jadi kunci kemenangan.