Kasus ISPA di Bantul Masih Tinggi, Dinkes Minta Warga Waspada
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Warga melihat lokasi talut longsor di sisi timur Sungai Winongo, Kelurahan Pringgokusuman, Kamis (12/3/2020)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja menyebut sejumlah area permukiman yang ada di bantaran sungai rawan longsor dan banjir. Titik-titik yang dilalui oleh sejumlah sungai besar seperti Winongo dan Code jadi perhatian khusus. Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca hujan yang beberapa hari terakhir terus terjadi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja Nur Hidayat mengatakan beberapa waktu lalu dua longsor telah terjadi di Jogja yakni di area Kricak dan Bener, Kemantren Tegalrejo. Area itu memang rawan longsor dan banjir saat terjadi hujan deras. Namun lantaran minim permukiman, longsor hanya menimpa tebing yang ada di wilayah itu.
"Wilayah itu dilalui Kali Winongo yang masuk di sebelah barat Jogja jadi memang cukup rawan dengan bencana banjir dan longsor, juga daerah bantaran Code yang banyak permukiman," jelas Nur, Rabu (2/11/2022).
Nur menyampaikan jawatannya telah memperbaiki talut dan tebing yang rawan longsor di beberapa titik. Area sepanjang aliran sungai memang jadi langganan bencana saat masuknya musim penghujan. Di Tegalrejo tahun lalu juga terjadi bencana serupa dan tahun ini kawasan tersebut kembali mengalami longsor.
"Sifatnya kejadian yang kecil dan tidak terlalu signifikan, tapi tetap harus ada antisipasi dan kewaspadaan. Kota agaknya tidak ada potensi longsor yang besar," klaim dia.
Menurutnya, langkah antisipasi kebencanaan telah disiapkan dengan menyiagakan personel kampung tangguh bencana (KTB) yang kini telah terbentuk hampir di seluruh wilayah. Termasuk pula jalur-jalur evakuasi yang harus dilalui warga jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam.
BACA JUGA: SMK Negeri 2 Wonosari Mandikan Truk Hino Pemberian PT HSMI dengan Air Kembang
"KTB semua wilayah sudah punya jalur evakuasi. Semuanya sudah siap dan dikondisikan teman-teman KTB. Jadi, sejak pembentukan sudah diarahkan dan petugas kami di lapangan memfasilitasi itu," ungkapnya.
Sekda Kota Jogja Aman Yuriadijaya memastikan ketersediaan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi penanggulangan bencana siap untuk dialokasikan sewaktu-waktu. Upaya ini bentuk antisipasi dalam menghadapi potensi kebencanaan di tengah cuaca ekstrem agar lebih optimal.
"Kami sudah siapkan tidak hanya di satu sektor anggaran saja berupa dana yang dikendalikan oleh BPBD. Tapi semua anggaran-anggaran di sektor lain yang berhubungan dengan rehabilitasi dan rekonstruksi siap jika ada bencana," ujar Aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
DPRD DIY menyetujui Raperda yang melarang perdagangan anjing, kucing, kera, kelelawar, musang, dan HPR lain untuk tujuan pangan.
Kemendikdasmen menyebut perpanjangan pendaftaran TKA 2026 memberi waktu lebih bagi siswa untuk mempersiapkan diri menuju perguruan tinggi impian.
PPATK mencatat LTKM sektor asuransi naik 89,13% pada semester I/2026. Pengamat menilai pengawasan yang semakin efektif menjadi salah satu penyebabnya.
Google menghentikan dukungan aplikasi Chrome secara bertahap hingga Oktober 2028. Simak jadwal penghentian dan dampaknya bagi pengguna ChromeOS.
Bantul menargetkan surplus beras 100.000 ton pada 2026 dengan perluasan tanam padi hingga 35.000 hektare meski konsumsi beras warga menurun.