Kasus ISPA di Bantul Masih Tinggi, Dinkes Minta Warga Waspada
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Petugas BPBD Kota Jogja memantau aliran Kali Belik yang sempat meluap saat hujan berintensitas tinggi pada Minggu (5/11/2022) malam./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja berencana mempelebar Sungai Belik yang berada di kawasan Klitren, Gondokusuman. Sungai itu kerap meluap dan merendam permukiman warga saat hujan berintensitas tinggi.
Minggu (6/11/2022) kemarin saat hujan deras, Sungai Belik yang alirannya melintas di pemukiman warga meluap dan merendam sejumlah perumahan di area Klitren. Kepala BPBD Kota Jogja Nur Hidayat mengatakan banjir diperkirakan sempat merendam rumah warga selama satu sampai dua jam di sore hari. Selepas Magrib, air perlahan-lahan mulai surut.
Dari rekaman video yang tersebar di media sosial, luapan air sungai masuk ke permukiman warga terjadi sekitar pukul 15.00 WIB saat hujan turun deras di Kota Jogja. Tinggi air yang merendam rumah diperkirakan sampai perut orang dewasa. Berdasarkan laporan yang dikirim BPBD Kota Jogja, air sudah surut dan pemukiman penduduk tidak lagi terendam pada pukul 20.00 WIB.
"Kali Belik itu selalu meluap, karena jalurnya sudah tertutup di daerah Sleman, sehingga kapasitasnya enggak mencukupi. Kami akan mencoba berkoordinasi dengan provinsi," kata Nur, Senin (7/11/2022).
Menurut Nur, pemukiman warga yang dilintasi oleh Kali Belik selalu jadi langganan banjir saat musim penghujan seperti sekarang. Nur menyebut bakal ada pelebaran Kali Belik untuk mengatasi luapan air. Jawatannya masih berkoordinasi dengan Pemda DIY dan instansi terkait lainnya untuk membuat kajian penanganan terhadap persoalan di wilayah tersebut. Dia belum memastikan kapan pelaksanaannya akan dimulai.
"Memang perlu pelebaran atau pendalaman lagi, kalau terus menerus seperti itu pasti akan jadi persoalan. Kami belum tahu kapan bisa dimulai, karena perlu perencanaan yang lebih detail lagi," ungkapnya.
BACA JUGA: Bus Tabrak Truk di Ring Road Selatan, Satu Orang Tewas
Untuk sementara waktu, Nur meminta kepada warga yang berada di sekitar Sungai Belik untuk waspada dan siaga terhadap ancaman banjir yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Sebisa mungkin barang dan juga peralatan yang penting diamankan supaya tidak terkena luapan air sungai.
"Antisipasi sementara kewaspadaan warga sekitar situ, ketika ada banjir atau arus deras, harus siap siaga dan mempersiapkan diri," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Korea Utara menolak tuduhan ancaman siber dari AS dan menyebutnya sebagai propaganda untuk merusak citra Pyongyang.
BMKG menyebut El Nino 2026 telah masuk kategori kuat dan berpotensi menjadi sangat kuat, memicu kemarau lebih panjang di sejumlah wilayah Indonesia.
Dinsos Bantul menargetkan 5.112 KPM PKH graduasi pada 2026 melalui pendampingan agar mampu mandiri dan tidak lagi bergantung pada bansos.
John Herdman mengevaluasi kekalahan Timnas Indonesia dari Vietnam dan memastikan Marselino Ferdinan absen hingga akhir Piala AFF 2026.
BPJPH dan Uni Eropa membahas kesiapan implementasi Wajib Halal yang mulai berlaku Oktober 2026 serta kepastian regulasi bagi pelaku usaha.