Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Ahli dari UGM (memakai helm) saat akan meneliti tentang penyebab ambruknya atap di SD Muhammadiyah Bogor Playen. Rabu (9/11/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Buntut ambruknya atap sekolah di SD Muhammadiyah Bogor, Playen, jajaran Satreskrim Polres Gunungkidul terus melakukan penyelidikan. Hingga sekarang sudah ada 10 saksi yang diperiksa mulai dari pihak sekolah, komite hingga rekanan yang mengerjakan pembangunan.
Kasatreskrim Polres Gunungkidul, AKP Mahardian Dewo Negoro mengatakan upaya penyelidikan terus dilakukan guna mengetahui secara pasti terkait dengan penyebab ambruknya atap sekolah di SD Muhammadiyah Bogor. Hingga sekarang sudah ada 10 saksi yang diperiksa.
“Ada dari pihak sekolah, komite [sekolah] hingga rekanan yang mengerjakan pembangunan,” kata Mahardian kepada wartawan, Rabu (9/11/2022).
Selain itu, untuk kepastian perkara juga mendatangkan tim ahli dari UGM. Menurut dia, bantuan dari tim ahli diperlukan guna mengungkap penyebab terjadinya peristiwa ambruknya atap sekolah. “Sudah datang hari ini dan melakukan pemeriksaan ke lapangan. Sejumlah barang dari lokasi kejadian dibawa untuk kajian,” katanya.
BACA JUGA: Atap Sekolah Ambruk Tewaskan Siswa di Gununungkidul, DPRD: Pengecekan Bangunan Jangan Sebatas Formalitas
Meski sudah memeriksa sejumlah saksi, Mahardian mengakui belum menetapkan tersangka dalam penyelidikan kasus ini. Menurut dia, perkembangan kasus masih menunggu kajian dari tim ahli yang melakukan kajian. “Belum ada tersangka. Untuk kasusnya juga menunggu perkembangan dari kajian tim ahli. Yang jelas, kami terus melakukan penyelidikan,” katanya.
Dosen Teknik Sipil UGM, Dr Muslikh mengatakan pihaknya diminta oleh melakukan kajian sebagai tim ahli. Kajian dilakukan untuk mengetahui tentang bangunan termasuk penyebab terjadinya kecelakaan.
“Kami dimita dari kepolisian. Polisi ingin tahu secara teknis , karena kami punya disiplin teknis sipil. Mudah-mudahan apa yang kami kaji bisa memberikan bantuan dalam penyelidikan,” katanya.
Meski demikian, Muslikh belum bisa memaparkan hasil pengamatan secara langsung. Ia berdalih, kepastian penyebab kecelakaan harus melalu kajian ilmiah.
Guna pengungkapan sudah mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk mengetahui kualitas dari bangunan yang ada. “Harus dikaji terlebih dahulu dan tidak bisa hanya dengan pengamatan secara langsung di lapangan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
AAP rilis panduan baru: waktu istirahat sekolah wajib dilindungi sebagai kebutuhan dasar anak, bukan kemewahan. Simak manfaat medisnya di sini.
Satgas PPKS UPNVY selidiki dugaan kekerasan seksual yang viral di media sosial dengan komitmen perlindungan korban dan investigasi objektif.
Ibunda Fedi Nuril, Gusmawati Nuril binti Hasan Basri, meninggal dunia pada Selasa 19 Mei 2026. Unggahan duka banjir doa dari penggemar.
WhatsApp luncurkan fitur kirim foto terbaru di iPhone tanpa tutup ruang chat. Simak tampilan menu Recents baru khusus pengguna iOS.
Liverpool dan Adidas meluncurkan jersey kandang musim 2026/2027 bernuansa retro era juara liga 1989-90 dengan teknologi CLIMACOOL+.