Arca Dewa Kekayaan di Pantai Baron Segera Jadi Cagar Budaya Baru
Arca diduga Kuwera atau Jambhala di Gua Songobranti, Pantai Baron, segera ditetapkan sebagai cagar budaya baru di Gunungkidul.
Ahli dari UGM (memakai helm) saat akan meneliti tentang penyebab ambruknya atap di SD Muhammadiyah Bogor Playen. Rabu (9/11/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Buntut ambruknya atap sekolah di SD Muhammadiyah Bogor, Playen, jajaran Satreskrim Polres Gunungkidul terus melakukan penyelidikan. Hingga sekarang sudah ada 10 saksi yang diperiksa mulai dari pihak sekolah, komite hingga rekanan yang mengerjakan pembangunan.
Kasatreskrim Polres Gunungkidul, AKP Mahardian Dewo Negoro mengatakan upaya penyelidikan terus dilakukan guna mengetahui secara pasti terkait dengan penyebab ambruknya atap sekolah di SD Muhammadiyah Bogor. Hingga sekarang sudah ada 10 saksi yang diperiksa.
“Ada dari pihak sekolah, komite [sekolah] hingga rekanan yang mengerjakan pembangunan,” kata Mahardian kepada wartawan, Rabu (9/11/2022).
Selain itu, untuk kepastian perkara juga mendatangkan tim ahli dari UGM. Menurut dia, bantuan dari tim ahli diperlukan guna mengungkap penyebab terjadinya peristiwa ambruknya atap sekolah. “Sudah datang hari ini dan melakukan pemeriksaan ke lapangan. Sejumlah barang dari lokasi kejadian dibawa untuk kajian,” katanya.
BACA JUGA: Atap Sekolah Ambruk Tewaskan Siswa di Gununungkidul, DPRD: Pengecekan Bangunan Jangan Sebatas Formalitas
Meski sudah memeriksa sejumlah saksi, Mahardian mengakui belum menetapkan tersangka dalam penyelidikan kasus ini. Menurut dia, perkembangan kasus masih menunggu kajian dari tim ahli yang melakukan kajian. “Belum ada tersangka. Untuk kasusnya juga menunggu perkembangan dari kajian tim ahli. Yang jelas, kami terus melakukan penyelidikan,” katanya.
Dosen Teknik Sipil UGM, Dr Muslikh mengatakan pihaknya diminta oleh melakukan kajian sebagai tim ahli. Kajian dilakukan untuk mengetahui tentang bangunan termasuk penyebab terjadinya kecelakaan.
“Kami dimita dari kepolisian. Polisi ingin tahu secara teknis , karena kami punya disiplin teknis sipil. Mudah-mudahan apa yang kami kaji bisa memberikan bantuan dalam penyelidikan,” katanya.
Meski demikian, Muslikh belum bisa memaparkan hasil pengamatan secara langsung. Ia berdalih, kepastian penyebab kecelakaan harus melalu kajian ilmiah.
Guna pengungkapan sudah mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk mengetahui kualitas dari bangunan yang ada. “Harus dikaji terlebih dahulu dan tidak bisa hanya dengan pengamatan secara langsung di lapangan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Arca diduga Kuwera atau Jambhala di Gua Songobranti, Pantai Baron, segera ditetapkan sebagai cagar budaya baru di Gunungkidul.
KNMP Poncosari Bantul belum beroperasi meski pembangunan selesai sejak Januari 2026. Serah terima aset dari pemerintah pusat masih ditunggu.
Sebanyak 3.680 mahasiswa UIN Jogja dilepas KKN 2026. BPJS Ketenagakerjaan beri jaminan kecelakaan kerja dan kematian.
KPK mendalami dugaan pengumpulan uang dari 914 petani di Kuansing untuk pengurusan pelepasan kawasan hutan seluas 1.828 hektare.
Penelitian mengungkap kebiasaan scanning yang disebut menjadi salah satu kunci Lionel Messi tetap tajam di Piala Dunia 2026 pada usia 39 tahun.
Finlandia kembali menjadi negara paling bahagia di dunia pada 2026. Kedekatan dengan alam dan gaya hidup sederhana disebut menjadi kuncinya.