PAD Wisata Gunungkidul Melejit, Dewan Minta Target Dinaikkan
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Atap ruangan di SD Muhammadiyah Bogor, Playen ambruk pada Selasa (8/11/2022) sekitar pukul 07.30 WIB. - Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Komisi D DPRD Gunungkidul mengapresiasi langkah pemkab untuk megecek keamanan gedung sekolah di seluruh wilayah ini. Diharapkan proses ini benar-benar dilaksanakan dan bukan hanya untuk formalitas semata.
Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S mengatakan, ambruknya atap sekolah di SD Muhammadiyah Bogor, Playen yang sampai menimbulkan korban jiwa harus menjadi perhatian serius bagi pemkab. Ia berharap peristiwa tersebut tidak terulang kembali ke depannya.
BACA JUGA: Jokowi Punya Alasan Khusus Dukung Prabowo Maju di Pilpres 2024
“Kami turut prihatin. Jangan sampai kejadian yang sama terulang kembali di sekolah lain,” kata Ery kepada wartawan, Rabu (9/11/2022).
Dia mengakui, berkaitan dengan keselamatan di lingkungan sekolah, Komisi D sudah membuat catatan dalam fungsi pengawasan yang diserahkan ke bupati pada Rabu siang. Salah satu sorotan menyangkut sisi keamanan di sekolah yang berhubungan dengan bangunan.
Ery mengapresiasi adanya langkah dari pemkab untuk mengecek seluruh bangunan sekolah di Bumi Handayani. Upaya ini sebagai salah satu cara memastikan keamanan dan keselamatan anak-anak maupun guru pada saat proses belajar mengajar di sekolah.
“Tapi yang perlu diingat. Pengawasan dan pengecekan jangan asal untuk formalitas belaka,” katanya.
Menurut dia, pengecekan harus dilakukan secara sungguh-sungguh karena menyangkut keamanan dan keselamatan bagi penggunannya. “Komisi D akan turun mengawasi. Dari Fraksi Golkar juga akan turun secara langsung dalam pengecekan ke sekolah-sekolah,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menginstruksikan agar seluruh bamgunan sekolah di Gunungkidul dicek secara menyeluruh. Upaya ini dilakukan guna memastikan konstruksi sesuao dengan standar serta aman pada saat dipergunakan.
"Kejadian yang sama jangan sampai terulang. Jadi, bangunan yang dimiliki harus dicek semuanya untuk memastikan keamanan," katanya.
Selain itu, Sunaryanta meminta dalam setiap pembangunan benar-benar memperhatikan kualitas. Pasalnya, banyak yang menawarkan harga murah, tapi dari sisi kualitas diragukan.
“Jadi hanya asal murah. Tapi, kualitasnya tetap diperhatikan sehingga keamanannya terjamin,” kata pensiunan TNI ini.
Dia menambahkan, untuk peristiwa di SD Muhammadiyah Bogor sudah melihat langsung kondisi di lapangan. Ada dugaan pemakaian rangka atap tidak sesuai standar sehingga memicu terjadinya atap ambruk. “Kalau pakai baja ringan seharusnya memakai atap khusus dan bukan menggunakan genteng dari tanah liat,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
12 dampak kesehatan konsumsi santan berlebihan, mulai dari kolesterol hingga obesitas, serta cara aman menikmatinya.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Persija Jakarta resmi berpisah dengan Mauricio Souza usai gagal juara Super League 2025/2026 dan mulai cari pelatih baru.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
FIFA resmi tetapkan 48 basecamp Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko yang membawa dampak ekonomi besar bagi kota nonstadion.