Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Perairan Tanjung Kesirat Gunungkidul
Jasad pria ditemukan mengambang di perairan Tanjung Kesirat, kawasan Pelabuhan Gesing, Gunungkidul. Korban teridentifikasi sebagai warga Mojokerto.
Atap ruangan di SD Muhammadiyah Bogor, Playen ambruk pada Selasa (8/11/2022) sekitar pukul 07.30 WIB. - Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Komisi D DPRD Gunungkidul mengapresiasi langkah pemkab untuk megecek keamanan gedung sekolah di seluruh wilayah ini. Diharapkan proses ini benar-benar dilaksanakan dan bukan hanya untuk formalitas semata.
Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S mengatakan, ambruknya atap sekolah di SD Muhammadiyah Bogor, Playen yang sampai menimbulkan korban jiwa harus menjadi perhatian serius bagi pemkab. Ia berharap peristiwa tersebut tidak terulang kembali ke depannya.
BACA JUGA: Jokowi Punya Alasan Khusus Dukung Prabowo Maju di Pilpres 2024
“Kami turut prihatin. Jangan sampai kejadian yang sama terulang kembali di sekolah lain,” kata Ery kepada wartawan, Rabu (9/11/2022).
Dia mengakui, berkaitan dengan keselamatan di lingkungan sekolah, Komisi D sudah membuat catatan dalam fungsi pengawasan yang diserahkan ke bupati pada Rabu siang. Salah satu sorotan menyangkut sisi keamanan di sekolah yang berhubungan dengan bangunan.
Ery mengapresiasi adanya langkah dari pemkab untuk mengecek seluruh bangunan sekolah di Bumi Handayani. Upaya ini sebagai salah satu cara memastikan keamanan dan keselamatan anak-anak maupun guru pada saat proses belajar mengajar di sekolah.
“Tapi yang perlu diingat. Pengawasan dan pengecekan jangan asal untuk formalitas belaka,” katanya.
Menurut dia, pengecekan harus dilakukan secara sungguh-sungguh karena menyangkut keamanan dan keselamatan bagi penggunannya. “Komisi D akan turun mengawasi. Dari Fraksi Golkar juga akan turun secara langsung dalam pengecekan ke sekolah-sekolah,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menginstruksikan agar seluruh bamgunan sekolah di Gunungkidul dicek secara menyeluruh. Upaya ini dilakukan guna memastikan konstruksi sesuao dengan standar serta aman pada saat dipergunakan.
"Kejadian yang sama jangan sampai terulang. Jadi, bangunan yang dimiliki harus dicek semuanya untuk memastikan keamanan," katanya.
Selain itu, Sunaryanta meminta dalam setiap pembangunan benar-benar memperhatikan kualitas. Pasalnya, banyak yang menawarkan harga murah, tapi dari sisi kualitas diragukan.
“Jadi hanya asal murah. Tapi, kualitasnya tetap diperhatikan sehingga keamanannya terjamin,” kata pensiunan TNI ini.
Dia menambahkan, untuk peristiwa di SD Muhammadiyah Bogor sudah melihat langsung kondisi di lapangan. Ada dugaan pemakaian rangka atap tidak sesuai standar sehingga memicu terjadinya atap ambruk. “Kalau pakai baja ringan seharusnya memakai atap khusus dan bukan menggunakan genteng dari tanah liat,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jasad pria ditemukan mengambang di perairan Tanjung Kesirat, kawasan Pelabuhan Gesing, Gunungkidul. Korban teridentifikasi sebagai warga Mojokerto.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 6 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 6 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 6 Oktober 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 6 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Bimbel gratis di Prawirodirjan digelar lima kali sepekan untuk meningkatkan kemampuan belajar anak dan memperluas akses pendidikan.