TPAS Wukirsari Terima 60 Ton Sampah per Hari, Organik Dominan
DLH Gunungkidul mencatat 70 persen sampah di TPAS Wukirsari masih berupa sampah organik. Warga didorong memilah sampah dari rumah.
Seorang pengendara motor sedang melintasi jalan rusak di Kalurahan Ngalang, Gedangsari, Gunungkidul pada Selasa (29/11/2022)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Warga di Kalurahan Ngalang, Gedangsari mengeluh jalan di wilayahnya rusak karena proyek pembangunan jalur alternatif Gunungkidul-Sleman. Kerusakan terjadi karena sering dilalui kendaraan bermuatan berat untuk pembangunan jalan baru tersebut.
Salah satu keluhan disuarakan oleh Ulu-Ulu Kalurahan Ngalang, Kunto Wibowo mengatakan, jalan rusak di wilayahnya sepanjang tiga kilometer. Adapun kondisinya banyak yang berlubang sehingga sangat membahayakan pengguna jalan karena rawan terjadi kecelakaan.
“Saat musim hujan, pengendara harus lebih berhati-hati lagi agar tidak terjatuh karena jalan yang berlubang,” kata Kunto kepada wartawan, Kamis (1/12/2022).
Menurut dia, kerusakan terjadi karena jalur sering dilalui kendaraan berat untuk pembangunan jalan baru yang menghubungkan Gunungkidul-Sleman di ruas Ngalang-Bobung. Selama pembangunan berlangsung banyak truk yang lalu lalang setiap harinya sehingga membuat jalan menjadi rusak.
“Jalan baru sudah ada yang jadi. Harapannya bisa lewat akses tersebut agar kerusakan tidak semakin parah,” katanya.
Meski demikian, Kunto juga berharap ada perbaikan di jalan yang rusak sehingga tidak mengganggu aktivitas warga, khususnya menyangkut masalah keselamatan. “Semoga bisa segera diperbaiki,” katanya.
BACA JUGA: Momen Ferdy Sambo Peluk dan Kecup Kening Putri Candrawathi di Pengadilan
Hal tak jauh berbeda disuarakan oleh Kepala Dusun Karanganyar di Kalurahan Ngalang, Jumali. Menurut dia, dampak pembangunan jalan anyar tidak hanya di Dusun Plosodoyong, tapi juga terjadi di Dusun Karanganyar dan Sumberejo.
“Kerusakan jalan mulai terlihat empat bulan yang lalu,” katanya.
Menurut dia, sudah ada komunikasi dengan rekanan yang mengerkakan proyek. Diharapkan segera ada perbaikan terhadap sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan mulai dari jalan hingga saluran pembuangan.
“Mudah-mudahan segera direalisasikan,” katanya.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahaan Rakyat Energi Sumber Daya Mineral (PUPR-ESDM) DIY, Yohanes Wira Sasongko Putro mengatakan, adanya kerusakan jalan akibat pembangunan jalan alternative Gunungkidul-Sleman sudah dikomunikasikan dengan rekanan. Ia memastikan ada komitmen untuk memperbaiki jalan rusak yang dikeluhkan warga.
Menurut dia, kerusakan semakin bertambah parah dikarenakan hujan deras yang turun hampir setiap hari. Rencananya perbaikan ditarget selesai sebelum perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Penyedia jasa berjanji melakukan perbaikan maupun pemeliharaan jalan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Gunungkidul mencatat 70 persen sampah di TPAS Wukirsari masih berupa sampah organik. Warga didorong memilah sampah dari rumah.
BPBD Bantul telah menyalurkan 436.500 liter air bersih kepada 3.287 warga terdampak kekeringan selama musim kemarau hingga 3 Agustus 2026.
Lloyd's Market Association menyatakan kapal yang membayar tol Selat Hormuz kepada Iran berisiko kehilangan perlindungan asuransi.
Dana Brata membangun Bengkel Bebek Restorasi dari garasi kecil di Sleman. Usahanya membiayai kuliah hingga lulus sarjana dan membuka lapangan kerja.
Banyumas dan Kota Ipoh Malaysia menjajaki kerja sama pengelolaan sampah melalui pertukaran teknologi dan konsep zero waste to money.
Kuasa hukum Febrie Adriansyah mengungkap sembilan dugaan kejanggalan dalam proses hukum yang ditangani Kejaksaan Agung.