KAI Daop 6 Jogja Tutup 38 Perlintasan Liar demi Keselamatan
KAI Daop 6 Jogja menutup 38 perlintasan liar di DIY dan Jawa Tengah demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
FGD Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) di Hotel Horison Ultima Riss, Kelurahan Sosromenduran, Kemantren Gedongtengen, Rabu (30/11/2022)./Harian Jogja-Stefani Yulindiani
Harianjogja.com, JOGJA—Kota Jogja dinobatkan sebagai kota festival. Bahkan, ada festival yang sudah digelar selama 52 tahun di Kota Pelajar ini.
Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Adat Tradisi Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan DIY Yuliana Eni Lestari Rahayu mengatakan banyak festival di Jogja yang diselenggarakan oleh masyarakat maupun komunitas.
“Jogja sudah dinobatkan menjadi kota festival melebihi negara lain. Festival yang diselenggarakan di Jogja banyak yang diselenggarakan oleh masyarakat dan komunitas, dan juga dari pemerintah daerah kota maupun kabupaten,” kata Eni dalam acara focus group discussion (FGD) Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) di Hotel Horison Ultima Riss, Kelurahan Sosromenduran, Kemantren Gedongtengen, Rabu (30/11/2022).
Acara itu digelar oleh Dinas Kebudayaan DIY. Eni mengatakan ada beberapa festival legendaris yang telah diselenggarakan dalam kurun waktu lama.
“Ada festival berjenjang, sendratari itu sudah usianya 52 tahun. Itu tidak pernah berhenti, dua tahun Covid tetap berjalan. Setelah sendratari turun ke festival ketoprak. Festival ketoprak sudah ada tim pembinaannya: pembinaan ketoprak, pembinaan bahasa sastra, dan tari,” katanya.
Namun, Eni mengatakan hingga kini belum ada buku yang mengulas mengenai ketoprak. “Festival ketoprak belum terlacak usianya. Tapi yang pasti dari tahun ke tahun sudah ada, sudah menghasilkan tokoh ketoprak legendaris,” katanya.
Selain itu, Eni juga mengatakan ada festival legendaris lainnya, festival karawitan, festival teater, festival upacara adat, serta Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY).
BACA JUGA: Sleman Ingin Bikin Wisata Malam Seperti di Bali
Eni mengatakan Festival Kebudayaan Yogyakarta diawali dari Festival Kesenian Yogyakarta. Awalnya Festival Kesenian Yogyakarta, kemudian setelah 30 tahun berubah namanya menjadi Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY). “Baru empat tahun berjalan ini, dari 2019 K-nya itu berubah menjadi kebudayaan,” kata Eni.
“Ranahnya Jogja itu tangible dan intangible, maka festival unggulannya, katanya yang diunggulkan Festival Kebudayaan Yogyakarta, Festival Kesenian Yogyakarta,” ujarnya.
Perubahan tersebut dilakukan untuk menaungi pelaku budaya tangible dan intangible. “Teman-teman intangible dan tangible ada yang butuh naungan. Sehingga kami sepakati K-nya kesenian berubah jadi kebudayaan,” kata Eni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 Jogja menutup 38 perlintasan liar di DIY dan Jawa Tengah demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 14 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
BMKG memprediksi pantai di Jogja cerah saat libur panjang 14 Mei 2026, sementara Kaliurang dan lereng Merapi berpotensi hujan.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Kamis 14 Mei 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Jogja Rockphonic 2026 hadirkan Dewa 19, Burgerkill, dan God Bless dalam konser rock orkestra megah di Stadion Kridosono Jogja.
Pemda DIY menjamin perlindungan 11 bayi yang dievakuasi dari day care ilegal di Sleman, termasuk biaya pengobatan dan pemulihan kesehatan.