Top Ten News Harianjogja.com Edisi Rabu 20 Mei 2026
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA — Pemerintah menyediakan layanan pembuatan desain arsitektur rumah gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ingin membangun rumah secara mandiri. Layanan ini untuk memastikan rumah yang dihuni MBR sesuai standar kelayakan baik dari sisi kesehatan dan keamanan.
Layanan bertajuk Bank Desain Klinik Eumah Swadaya ini secara resmi telah diluncurkan di Hotel Grand Inna Malioboro, Kota Jogja bersamaan dengan seminar Peluang dan Tantangan Multisektor dalam Penyediaan Perumahan.
BACA JUGA : Pembelian Rumah di Jogja Kini Lesu, Ini Penyebabnya
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Jawa III Ditjen Perumahan Kementerian PUPR, M Salahudin Rasyidi memastikan pemerintah telah membuka layanan pembuatan desain rumah secara gratis. Tujuannya agar MBR yang ingin membangun rumah bisa sesuai standar kelayakan mulai dari kaidah kesehatan, keselamatan dan ketahanan. Layanan pembuatan desain arsitektur itu diberikan secara gratis kepada MBR yang ingin membangun rumah secara mandiri.
Pemerintah mengandeng perguruan tinggi serta Ikatan Arsitektur Indonesia untuk membantu memberikan layanan ini jika nantinya permintaan desain arsitektur rumah ini cukup banyak. “Saat ini sudah ada bank desain yang bisa diaplikasikan tentunya masyarakat bisa mengajukan itu ke kami melalaui Balai bisa individu atau kelompok. Tetapi syarat utama harus MBR, kalau yang punya rezeki lebih silahkan menghubungi jasa arsitektur. Layanan ini kami berikan gratis bagi MBR,” katanya di Kota Jogja, Jumat (2/12/2022).
Kendati dalam bank desain tersebut diberikan kepada masyarakat, tetapi pemerintah tetap berupaya menjaga hak cipta. Bahwa desain diberikan kepada MBR pengguna akan tetapi hak cipta tetap berada di tangan yang mendesain.
Keberadaan desain ini sangat penting, karena dalam persyaratan permohonan persetujuan pembangunan Gedung atau IMB diperlukan bangunan yang akan dibangun dirancang oleh tenaga ahli yang tersertifikasi. Sehingga perlu bantuan dari perguruan tinggi dan IAI untuk memberikan desain yang bisa diajukan sebagai prasyarat untuk persetujuan pembangunan gedung.
BACA JUGA : Susahnya Buruh Murah Punya Rumah di Jogja
“Posisi bank desain ini ada di kami, memang tidak dipublikasikan, ini sebagai salah satu database kami sehingga saat masyarakat membutuhkan layanan gratis ini langsung kami berikan pilihan sesuai dengan kemampuan masyarakat,” ucapnya.
Pakar Perencanaan Tata Kota UGM Profesor Bakti Setiawan menambahkan keberadaan layanan tersebut akan memberikan ruang bagi MBR untuk dapat membangun rumah secara mandiri sesuai dana yang dimiliki. Di sisi lain karena diberikan pendampingan sehingga kualitasnya juga bisa dipertanggungjawabkan.
Menurutnya layanan ini memang perlu melibatkan banyak mahasiswa arsitektur untuk membantu masyarakat. Hal ini sejalan dengan konsep Kampus Merdeka sehingga mahasiswa tetap bisa belajar dan praktik secara nyata di duni arsitektur untuk menjadikan mahasiswa mengetahui kondisi nyata di lapangan.
“Karena warga yang akan membangun rumah ini butuh pendampingan langsung, tidak selalu bisa begitu saja. Ke depan ini menarik, pendampungan diberikan gratis,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT) UPN Veteran Yogyakarta mengungkapkan ada tujuh dosen yang diduga terlibat kasus kekerasan se
Turnamen padel internasional FIP Bronze di Jogja diserbu lebih dari 200 peserta dan dorong sport tourism DIY.
Jadwal bola malam ini 22–23 Mei 2026: Arema vs PSIM, final Jepang U-17 vs China, hingga laga Eropa.
Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan tren fesyen modern, kelestarian kain wastra Nusantara justru menemukan napas baru lewat tangan-tangan kreatif
Debut Janice Tjen di Roland Garros langsung berat, menghadapi Emma Navarro di babak awal Grand Slam Paris.