Magelang Siap Gelar Interhash, Distoria, dan SBY Cup 2026
Magelang siap gelar Interhash 2026, Distoria 2026, dan SBY Cup 2026. Pemkot pastikan kesiapan event internasional dan dampak ekonomi.
Ilustrasi menonton televisi/Antara-Saiful Bahri
Harianjogja.com, JOGJA–Sekitar 4.000 unit set top box (STB) sebagai perangkat untuk migrasi televisi analog ke digital gagal disalurkan ke warga miskin di wilayah DIY. Penyebabnya karena data warga miskin tersebut tidak memiliki televisi dan sebagian di antaranya telah meninggal dunia.
Kepala Dinas Kominfo DIY Hari Edi Tri Wahyu Nugroho menjelaskan hingga jelang dihapuskannya siaran TV analog pada Jumat (2/12/2022) penyaluran STB kepada seluruh warga miskin di DIY sudah berada di atas 90%. Adapun jumlah STB yang didistribusikan sebanyak 163.436 unit untuk warga miskin di DIY. Proses penyaluran yang dilakukan oleh vendor melalui kerja sama dengan sejumlah pihak.
BACA JUGA : TV Analog Dimatikan, Penjualan STB Meningkat di Jogja
Berapa ada yang mendistribusikan lewat Kantor Pos dan dikirim langsung ke rumah warga penerima. Selain itu di beberapa daerah seperti Kulonprogo ada yang melibatkan Babinsa hingga perangkat kalurahan untuk membantu.
“Kalau capaiannya distribusinya malah sudah mendekati 100 persen, secara keseluruhan sudah didistribusikan,” katanya, Jumat (2/12/2022).
Ia menambahkan dari jumlah unit yang didistribusikan tersebut sekitar 4.000 unit STB yang gagal didistribusikan ke warga miskin DIY. Penyebabnya karena warga yang terdata sebagai penerima tersebut telah meninggal dunia. Selain itu banyak juga dari 4.000 tersebut warga yang terdata namun tidak memiliki unit televisi di rumah. Padahal syarat pendistribusian STB harus kepada orangnya atau lewat by name by addres dan tidak bisa dialihkan kepada orang lain serta harus memiliki TV di rumah.
“Jadi karena meninggal dan tidak memiliki TV ada 4.000 [STB yang belum disalurkan, ini langsung kembali ke vendor, kalau tidak memiliki TV tidak boleh diserahkan. Karena pendistribusian dan pengadaan barang itu dilakukan vendor,” katanya.
Wahyu mengatakan pendataan penerima STB dipastikan seluruhnya valid karena melalui proses panjang dari level RT hingga kalurahan kemudian diteruskan ke kabupaten dan kota baru dikirim ke Pemerintah Pusat. Adapun basis data yang digunakan adalah warga yang tercatat masuk di program Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Semua penerimanya tercatat sebagai warga miskin di wilayah masing-masing.
BACA JUGA : TV Analog di DIY Dinonaktifkan Besok, Begini Cara Daftar STB Gratis
“Itu melalui proses verifikasi yang cukup ketat, karena pakai data P3KE itu,” ujarnya.
Wahyu optimistis peralihan sistem analog ke digital di DIY akan berjalan lancer. Semua stasiun TV di wilayah DIY telah memenuhi ketentuan untuk beralih ke digital. Bahkan untuk DIY dri hasil penelitian partisipasi berbagai pihak untuk migrasi ke digital ini sangat tinggi.
“Untuk perpindahan ke analog, teman KPID kemarin sudah bertemu dengan penyenggaran stasiun TV di DIY, semua sudah siap melanjutkan migrasi ke digital dimulai tengah mala mini,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Magelang siap gelar Interhash 2026, Distoria 2026, dan SBY Cup 2026. Pemkot pastikan kesiapan event internasional dan dampak ekonomi.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.