Kalurahan Parangtritis Ubah APBKal usai Kelola Retribusi Pantai
Kalurahan Parangtritis mengubah APBKal 2026 untuk membiayai operasional petugas retribusi usai menerima penugasan pengelolaan TPR.
Pedagang sayuran di pasar tradisional Kota Jogja melayani salah seorang pembeli belum lama ini./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA — Pedagang sayuran di pasar tradisional Kota Jogja mengeluhkan harga sejumlah komoditas sayur mayur yang naik cukup signifikan menjelang masa Natal dan Tahun Baru. Jenis sayuran seperti tomat, brokoli dan bunga kol menjadi yang paling signifikan kenaikan harganya lantaran masuknya musim penghujan di beberapa wilayah.
Salah seorang pedagang sayur di Pasar Beringharjo, Ida Habibah menjelaskan kenaikan sejumlah komoditas sayur itu telah terjadi sejak awal Desember ini.
Misalnya saja tomat yang semula di harga Rp12.000 per kilogram naik menjadi Rp22.000 per kilogram. Kemudian brokoli dari Rp30.000 sampai Rp35.000 per kilogram menjadi Rp40.000 per kilogram.
Kemudian jenis sayuran kembang kol sekarang menjadi Rp30.000 per kilogram dan juga selada yang awalnya Rp10.000 naik menjadi Rp20.000 per kilogram.
"Sangat pengaruh sekali memang dengan curah hujan yang tinggi sekarang. Apalagi di akhir tahun tren harga-harga memang selalu meningkat," ujarnya, Selasa (13/12/2022).
BACA JUGA: Layanan Angkutan Umum DIY Jadi Percontohan Nasional, Kok Bisa?
Ida menambahkan, selain kenaikan harga kondisi stok dari para petani dan pemasok juga berkurang drastis untuk beberapa jenis sayuran.
Dirinya biasa mendapat pasukan tomat sebanyak satu kuintal dalam sekali pembelian. Sekarang dia hanya mendapat sebanyak 50 kilogram lantaran kondisi tomat banyak yang rusak akibat cuaca. "Tomat dan brokoli stoknya susah sekarang. Padahal permintaan cukup banyak dari konsumen," jelasnya.
Menurut Ida, tren kenaikan harga itu diperkirakan masih akan terus berlanjut sampai dengan minus tiga hari sebelum perayaan Natal. Namun, jika kondisi cuaca terus mengalami hujan maka seminggu sebelum Natal harga akan naik kembali.
"Tergantungnya memang dengan cuaca karena beberapa sayuran gampang busuk kalau terus menerus hujan. Harapan saya walaupun harga tinggi ya barang tersedia dan kondisinya bagus," katanya.
Analis Kebijakan Ahli Muda Kelompok Substansi Ketersediaan dan Pengendalian Harga Dinas Perdagangan Kota Jogja, Evi Wahyuni menerangkan selain faktor cuaca tingginya permintaan sejumlah barang pokok termasuk sayuran juga berpengaruh terhadap kenaikan harga.
Sebagai daerah tujuan wisata, pelaku usaha kuliner disinyalir membutuhkan cukup banyak stok dan bahan pangan untuk melayani kebutuhan para wisatawan.
"Kami akan galakkan operasi pasar di sejumlah pasar tradisional. Harapannya bisa mengendalikan harga agar tidak terlalu tinggi kenaikannya. Kami masih proses drop in barang, sehingga butuh waktu untuk terus memenuhi kebutuhan bahan pokok. Namun masyarakat juga jangan panik terhadap kenaikan harga ini," ujar Evi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kalurahan Parangtritis mengubah APBKal 2026 untuk membiayai operasional petugas retribusi usai menerima penugasan pengelolaan TPR.
Rupiah dibuka melemah ke Rp18.115 per dolar AS pada Selasa 14 Juli 2026. Konflik AS-Iran dan penguatan dolar masih menjadi tekanan utama bagi mata uang Garuda.
468 bayi Peru diberi nama Haaland usai penampilan gemilang di Piala Dunia 2026. Tapi masih kalah populer dari Messi (3.400) dan Neymar (34.000).
Deepfake AI di Jepang rugikan kreator Rp495 miliar dari 43.000 konten ilegal dalam 2 bulan. Pemerintah bentuk panel ahli, industri masih minim panduan.
Kemendikdasmen terbitkan SE pembatasan gawai di sekolah. Menteri Abdul Mu'ti: bukan larangan, tapi perlindungan dari adiksi & konten negatif.
Jadwal wakil Indonesia di hari pertama Japan Open 2026. Jonatan Christie, Alwi Farhan, serta Febriana/Meilysa menghadapi tantangan berat di Tokyo.