SMA dan SMK di Perbatasan Gunungkidul Kekurangan Siswa
Sejumlah SMA dan SMK negeri di wilayah pinggiran Gunungkidul masih kekurangan siswa baru setelah SPMB 2026/2027 selesai diumumkan.
Seorang pengendara motor sedang melintas di jalan kabupaten di Kalurahan Kemejing yang mengalami kerusakan parah./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jalan kabupaten yang menghubungkan Semin-Ngawen di Kalurahan Kemejing, Semin rusak sejak beberapa tahun lalu. Meski demikian, hingga kini belum ada upaya perbaikan dari Pemkab Gunungkidul.
BACA JUGA: Sering Dilalui Kendaraan Proyek, Jalan di Gunungkidul Ini Rusak Parah
Salah seorang warga di Dusun Kemejing di Kalurahan Kemejing, Miyarti mengatakan, kondisi jalan di depan rumahnya yang menjadi penghubung antara Semin dengan Kalurahan Watusigar, Ngawen rusak. Kerusakan semakin parah akibat dari cuaca ekstrem akhir-akhir ini, alhasiil ada badan jalan yang ambles. Menurutnya, badan jalan yang ambles karena tanah di dekat sungai terkikis karena banjir.
“Jadi kondisinya menjadi tambah parah karena kerusakan sudah terjadi lama,” katanya, Minggu (25/12/2022).
Miyarti mengakui warga yang melintas, khususnya pengguna sepeda motor harus berhati-hati karena kerusakan jalan tersebut.
“Memang belum ada yang kecelakaan, tapi mungkin karena saking rusaknya jadi laju kendaraan pelan-pelan,” katanya.
Warga lainnya, Yamto mengungkapkan, jalan rusak di wilayahnya butuh perbaikan karena sudah lama tidak diperbaiki.
“Kalau lima tahun sudah ada rusaknya. Sekarang malah kondisinya tambah parah karean tidak hanya berlubang, tapi ada yang ambles,” katanya.
Yamto mengungkapkan, di titik yang ambles hanya dilakukan perbaikan seadanya dengan menimbun menggunakan tanah. Pengurukan dilakukan agar jalan lebih rata sehingga bisa dilalui. Selain itu, juga dipasang pagar pembatas di titik yang rawan untuk menghindari terjadinya kecelakaan.
“Akan lebih baik kalau diperbaiki secara permanen. Jadi kami berharap kepada pemerintah agar memperbaikinya,” kata Yamto.
Menurut dia, perbaikan tidak hanya untuk memperlancar aktivitas, tapi juga bertujuan mengurangi risiko kecelakaan.
“Ya kalau jalannya rusak, maka risiko terjatuh akan lebih tinggi,” katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Irawan Jatmiko belum bisa dikonfirmasi terkait kerusakan di jalan Kemejing-Watusigar, Ngawen. Meski demikian, di beberapa kesempatan ia tidak menampik dari 1.150 panjang jalan kabupaten di Gunungkidul masih banyak yang rusak.
Menurutnya, upaya perbaikan terus dilakukan secara bertahap karena kemampuan anggaran milik pemkab yang masih terbatas. Sebagai contoh, di tahun ini dilakukan sejumlah perbaikan jalan seperti di ruas Tambakromo-Semin, ruas Tancep, Ngawen serta di Pacarejo, Semanu.
“Perbaikan memang dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah SMA dan SMK negeri di wilayah pinggiran Gunungkidul masih kekurangan siswa baru setelah SPMB 2026/2027 selesai diumumkan.
Sidang dugaan suap Sudewa mengungkap kesaksian Ketua Kadin Kota Surakarta yang mengaku menyerahkan Rp125 juta melalui seorang perantara.
Penjualan seragam sekolah di Jogja melonjak menjelang tahun ajaran baru. Omzet toko mencapai Rp15 juta per hari seiring membludaknya pembeli.
Perempuan Bangsa DIY menggelar Muswil sebagai langkah awal konsolidasi organisasi dan penguatan kader untuk menghadapi Pemilu 2029.
Ketua Banggar DPR memastikan Transfer ke Daerah (TKD) 2027 tidak turun dan berpotensi melampaui alokasi Rp649 triliun pada 2026.
Erick Thohir menjelaskan alasan Oxford United absen di Piala Presiden 2026. Turnamen kini diikuti delapan tim, termasuk tiga klub luar negeri.