PSEL Belum Beroperasi, Sleman Kerahkan Pendamping Sampah
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Laguna di Pantai Samas, Bantul./Harian Jogja-Arief Junianto
Harianjogja.com, BANTUL — Guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mencegah menjamurnya jalur-jalur tikus, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul mendirikan empat Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Darurat di kawasan pantai selatan (Pansela) bagian Barat.
Sekretaris Dispar Bantul, Jati Bayubroto mengatakan selain meningkatkan PAD, pembukaan empat TPR darurat tersebut menjadi upaya mengatasi wisatawan yang menggunakan jalur-jalur tikus untuk masuk ke kawasan pantai.
“Banyak sekali jalan-jalan kampung yang dilalui banyak wisatawan. Jadi banyak bocor atau kecolongan dari situ. Sehingga kemarin beberapa petugas kami tempatkan di selatan jalan,” kata Jati, pada Senin (26/12/2022).
Keempat TPR darurat tersebut berada di pintu masuk Pantai Pandansari, Kuwaru, Cangkring, dan Pantai Baru.
Lebih jauh, Jati mengatakan bahwa pihaknya telah membahas penggabungan tiket masuk yang dapat digunakan untuk mengakses semua pantai di Kabupaten Bantul. Hal tersebut telah dibahas bersama Komisi B DPRD Kabupaten Bantul.
Dengan upaya penggabungan tiket tersebut, Dispar Bantul berharap wisatawan tidak hanya terkonsentrasi di Kawasan Parangtritis tetapi dapat juga mengunjungi kawasan pansela bagian barat.
Hal itu akan dilakukan ketika Jembatan Kretek II telah resmi dibuka. Dengan begitu antara kawasan Parangtritis dan Samas ke barat akan terhubung menjadi satu.
BACA JUGA: Motor Tabrak Tiang Telepon di Jalan Imogiri Barat, Pria Jogja Meninggal Dunia
Kasi Promosi dan Informasi Wisata Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, mengatakan apabila rencana penggabungan tiket tersebut terlaksana maka TPR kawasan pansela akan dipindah.
“Itu sebagai antisipasi kalau Jembatan Kretek II dibuka. Terutama motor itu kan bisa lewat jalan tikus soalnya cukup banyak juga dengan begitu mereka bisa mudah lolos. Karena itu lah TPR harus dipindah,” kata Markus.
Penggabungan tiket menjadi satu tersebut akan memengaruhi harga yang kemungkinan lebih murah. “Soalnya kalau bayar sendiri-sendiri kan mahal. Di kawasan pantai barat dan timur masing-masing bayar Rp10.000. Itu kan mahal. Mending dijadikan satu tapi berubah jadi Rp15.000 bukan Rp20.000,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Bantul, Arif Haryanto membenarkan bahwa dengan dibukanya Jembatan Kretek II maka kawasan pantai yang sebelumnya dipisah menjadi dua, wilayah timur dan barat akan menjadi satu.
Dengan begitu, tiket yang sebelumnya terpisah maka akan digabung menjadi satu. “Untuk detail tarif kami serahkan kepada OPD terkait [Dinas Pariwisata Bantul],” kata Arif dihubungi pada Senin, (26/12/2022).
Pemberlakuan penggabungan tiket tersebut, kata Arif, hanya perlu Peraturan Bupati. Dengan demikian, makin cepat SK keluar makin cepat juga tiket baru dapat dicetak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Sleman terus dikebut. Pemasangan girder di Ring Road Utara ditarget selesai Juni 2026, termasuk pembangunan ramp off.
OpenAI meluncurkan ChatGPT Finance yang bisa terhubung ke rekening bank dan investasi untuk analisis keuangan personal pengguna.
Ekonom UAJY menilai pelemahan rupiah tetap berdampak ke warga desa dan kritik pernyataan Prabowo soal dolar AS.
KKMP di Kota Jogja sudah produksi ribuan batik ASN dan siapkan 65.000 seragam sekolah meski belum punya gerai permanen.
Apple mulai uji produksi chip iPhone dan Mac di Intel untuk kurangi ketergantungan pada TSMC di tengah tekanan AI dan geopolitik