Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Masyarakat di Gunungkidul diminta tetap menjalankan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyeberan virus corona. pasalnya, meski status Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah dicabut, namun potensi penularan tetap harus diwaspadai.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, pencabutan PPKM bukan berarti menghilangkan ancaman penularan virus corona. Pasalnya, pencabutan yang dilakukan Pemerintah Pusat hanya berkaitan dengan pembatasan kegiatan dan aktivitas di masyarakat.
Adapun ancaman penularan masih ada karena hingga sekarang status pandemi masih berlaku. Ini berarti masyarakat, tetap diminta mewaspadai potensi penularan dengan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus.
BACA JUGA : PPKM Dicabut, Pemkot Jogja Bersiap Tutup Selter
“Meski sudah tidak ada lagi status PPMK, tapi potensi penularan masih ada. Jadi, harus tetap diwaspadai agar tidak terinfeksi penyakit ini,” kata Dewi kepada wartawan, Minggu (1/1/2023).
Menurut dia, upaya pecengahan virus corona terus dilakukan. Sebagai contoh, proses vaksinasi terus berjalan hingga sekarang. Adapun perawatan bagi warga yang terinfeksi juga terus dilakukan di satuan layanan kesehatan yang dimiliki.
“Vaksin dan obat-obatannya masih tersedia dan layanan kesehatan juga tetap dibuka untuk menangani pasien yang dinyatakan positif corona,” katanya.
Hingga sekarang, warga yang dinyatakan positif corona sebanyak 23.363 orang. Total yang sudah sembuh ada 22.090 jiwa, meninggal dunia akibat terjangkit corona sebanyak 1.224 kasus.
BACA JUGA : PPKM Dicabut, Warga Jogja Diminta Menjadikan Prokes
“Untuk yang masih menjalani perawatan atau berstaus pasien aktif ada 49 orang,” kata Dewi.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyambut baik adanya pencabutan status PPKM secara nasional. Hal ini berarti sudah tidak ada lagi pembatasan kegiatan di masyarakat.
“Selama ini di Gunungkidul statusnya PPKM level satu. Tapi, untuk kegiatan di masyarakat sudah seperti normal pada saat sebelum pandemi. Jadi, dengan pencabuatan PPKM mempertegas bahwa aktivitas di masyarakat sudah kembail normal,” katanya.
Sunaryanta berharap denan pencabuatan status PPKM, maka dapat mempercepat dalam upaya pemulihan ekonomi yang terpuruk akibat pandemi. “Sekarang sudah berjalan dengan baik, tapi mudah-mudahan dengan pencabutan PPKM maka upaya pemulihan bisa berlangsung lebih cepat lagi,” katanya.
BACA JUGA : Pemerintah Cabut PPKM, Tepatkah? Ini Kata Epidemiolog UGM
Meski demikian, ia berharap kepada masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, juga mengkonsumsi makanan bergizi serta rajin berolahraga. “Dengan menjaga kesehatan, maka potensi terjangkit penyakit akan semakin kecil,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu
Kadek Dhinda tersingkir di Malaysia Masters 2026 setelah kalah dari Ratchanok Intanon di babak 32 besar