Pemda DIY Perluas CKG ke Tempat Kerja, Sasar 1.100 Pekerja
Pemda DIY memperluas Cek Kesehatan Gratis ke lingkungan perusahaan. Sekitar 1.100 pekerja menjadi sasaran, sementara cakupan CKG usia produktif baru 13,07 perse
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah telah resmi mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Meski PPKM telah dicabut, namun Protokol Kesehatan (Prokes) akan tetap dijalankan. Lalu apakah keputusan pemerintah ini sudah tepat?
Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Bayu Satria Wiratama mengatakan keputusan ini sudah tepat karena situasi Covid-19 di Indonesia sudah terkendali. Vaksinasi sudah cukup tinggi meski masih perlu ditingkatkan.
Tingkat kekebalan berdasarkan sero survei Covid-19 terakhir menurutnya juga sudah bagus. Setiap ada kenaikan kasus tidak diikuti kenaikan hospitalisasi dan kematian.
"Iya [tepat keputusan], karena saat ini situasi Indonesia sudah terkendali," ucapnya dihubungi, Sabtu (31/12/2022).
Dicabutnya PPKM diperkirakan sedikit akan berdampak pada peningkatan jumlah kasus karena lebih longgar. Tapi yang terpenting, kata Bayu, hospitalisasi bisa ditekan.
Baca juga: Polres Bantul Sebar Ribuan Polisi pada Malam Tahun Baru
"Ini [booster] yang perlu sama-sama diperkuat, baik pemerintah, komunitas, akademisi, influencer, dan lain-lain. Dan tetap mempertahankan syarat wajib perjalanan booster."
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Khamidah Yuliati mengatakan Dinkes Sleman sudah bersiap, sebagaimana pemerintahan di atasnya. Saat ini dua Isolasi Terpusat (Isoter) Asrama Haji dan Gemawang sudah ditutup.
Meski PPKM dicabut aturan Prokes masih berlaku. "Dinkes Sleman juga akan tetap mengadakan booster di tahun depan."
Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengaku bersyukur PPKM telah dicabut. Keputusan ini akan membawa dampak positif pada masyarakat luas. Selama dua tahun pandemi banyak sektor yang terdampak, salah satunya ekonomi.
Kustini mengingatkan meski PPKM telah dicabut, virus belum sepenuhnya hilang. Sehingga Prokes masih harus dijaga. Kasus Covid-19 di Sleman menurutnya juga sudah turun, sehingga Isoter ditutup akhir tahun ini.
"Protokol kesehatan tetap dilakukan, karena virus belum benar-benar berakhir. Saya tetap himbau kepada seluruh masyarakat tetap lakukan Prokes. Pakai masker, jaga jarak dan selalu bersih harus jadi pioritas," kata Kustini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY memperluas Cek Kesehatan Gratis ke lingkungan perusahaan. Sekitar 1.100 pekerja menjadi sasaran, sementara cakupan CKG usia produktif baru 13,07 perse
Kemenhaj menghapus lunas tunda ganti haji khusus untuk menutup celah jual beli antrean dan memastikan keberangkatan sesuai nomor porsi.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT), mulai dari pemanfaatan energi surya
Van Gastel tak menjadikan kemenangan PSIM atas Persebaya musim lalu sebagai acuan. PSIM kini membidik kemenangan perdana di Super League 2026/2027.
Cek desil bansos 2026 dan ketahui kelompok yang tidak menerima bansos serta cara mengajukan sanggah jika data tidak sesuai.
Dito Ariotedjo mengungkap Raja Arab Saudi menawarkan tambahan kuota haji untuk Indonesia saat pertemuan dengan Jokowi pada akhir 2023.