Jamasan Pusaka di Gunungkidul, Ini Makna Filosofis di Balik Ritual
Pemkab Gunungkidul menggelar jamasan pusaka di Bulan Suro. Simak makna filosofi Tosan Aji dan rangkaian acara di 10 lokasi.
Sebuah mobil melintas di depan rest area yang dibangun di JJLS di Kalurahan Nglindur, Girisubo. Foto diambil Jumat (6/1/2023). - Harian Jogja/David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pemerintah Kalurahan Nglindur, Girisubo, Gunungkidul berharap warga bisa dilibatkan dalam pengelolaan rest area di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Partisipasi ini agar tidak hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri.
Lurah Nglindur, Hanan Amsori mengapresiasi dibangunnya sarana rest area JJLS yang bertempat di Kalurahan Nglindur. Adapun proses pembangunan hampir selesai 100% karena secara umum bangunan sudah berdiri semua.
Menurut dia, keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar. Oleh karenanya, ia meminta agar pemerintah kalurahan atau warga bisa dilibatkan dalam pengelolaan.
BACA JUGA : Langka, Rest Area Tol Jogja Bawen di Tempel Bisa Diakses
“Kami belum tahu pengelolaannya. Saya pernah konfirmasi ke Pemerintah DIY, tapi katanya rest area merupakan kewenangan Pemerintah Pusat. Harapannya, kami bisa ikut dilibatkan dalam pengelolaan,” kata Hanan saat dihubungi Harianjogja.com, Senin (9/1/2023).
Dia menjelaskan, fasilitas rest area tidak hanya tempat parkir, toilet dan mushala. Namun demikian juga ada fasilitas lain seperti display berjualan, tempat khusus VIP, area bermain hingga panggung terbuka untuk hiburan.
“Pastinya butuh tenaga kerja. Sedangkan tempat display berjulan juga membutuhkan pedagang, harapan kami warga Nglindur bisa menjadi prioritas untuk mengisinya,” katanya.
BACA JUGA : Rest Area Luar Exit Toll Jogja YIA Bakal Dibangun
Disinggung mengenai keberadaan sumber daya manusia, Hanan mengaku tidak mempermasalahkan dan bisa menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Adapun untuk mengisi produk makanan juga siap karena banyak produksi UMKM lokal yang sudah layak jual serta sudah mendapatkan PIRT dan label halal. “Ada produk dari kami yang bisa dijual dan harusnya bisa,” katanya.
Ia berharap aspirasi dari kalurahan maupun warga sekitar bisa ditindaklanjuti agar tidak menjadi penonton di wilayahnya sendiri. “Istilah mudahnya, masak tidak ada warga Nglindur yang bisa jaga malam atau menjaga toilet,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menggelar jamasan pusaka di Bulan Suro. Simak makna filosofi Tosan Aji dan rangkaian acara di 10 lokasi.
Kia tarik 500 ribu SUV Telluride di AS karena sakelar kursi bisa picu kebakaran. Gagal diperbaiki dua kali, kini Kia pasang sekering elektronik.
Ada 15 jenis colokan dunia! Indonesia pakai Type C & F, Amerika Type A, Inggris Type G. Kenapa tidak diseragamkan? Simak sejarah dan faktanya di sini.
Sampah mulai mencemari kawasan Jembatan Kabanaran Kulonprogo hingga masuk saluran irigasi. DLH mengingatkan PKL dan pengunjung lebih peduli kebersihan.
Celine Evangelista mengaku telah menikah lagi dengan pria saleh. Ia beralasan mengikuti sifat taghaful dalam Islam, cukup syiarkan ke keluarga dan sahabat terde
Viral! Messi adu mulut dengan wasit di Piala Dunia 2026 dan minta bicara sopan. Argentina tetap menang 3-1 atas Swiss dan melaju ke semifinal.