Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Gunungkidul Kerahkan 120 Petugas
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Sejumlah pengunjung saat berfoto di lokasi Jembatan Rowari yang membentang di JJLS di Kalurahan Tepus, Tepus. Foto diambil Jumat (6/1/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Kendati belum diresmikan, Jembatan Rowari di Kalurahan Tepus, Tepus di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Gunungkidul sudah banyak dikunjungi masyarakat. Jembatan ini menjadi tempat menongkrong dan berfoto baru bagi pengunjung. Tak kurang dari 200 pengunjung setiap harinya menghabiskan waktu di tempat ini.
Lurah Tepus, Hendro Pratopo mengatakan pembangunan JJLS di wilayahnya diharapkan dapat berdampak pada peningkatan roda perekonomian.
Untuk pembangunan di wilayahnya sudah banyak selesai karena prosesnya tinggal menyelesaikan di sisi timur antara Purwodadi di Kapanewon Tepus hingga Nglindur di Kapanewon Girisubo. “Mudah-mudahan tahun ini bisa selesai semua,” kata Topo, sapaan akrabnya saat dihubungi, Minggu (8/1/2023).
BACA JUGA: Akhirnya, Jembatan Kretek 2 di Bantul Selesai 100%
Dia menjelaskan, JJLS khususnya di Kalurahan Tepus ada satu tempat yang sangat ikonik, yakni di Jembatan Rowari. Jembatan ini merupakan satu-satunya yang ada di Kapanewon Tepus dan sekitarnya.
Berbeda dengan dengan lain, Jembatan Rowari di bawahnya tidak ada sungai. Pembangunan dilakukan untuk menghubungkan dua perbukitan yang dilalui JJLS.
“Dari sini bisa melihat laut. Sedangkan di sisi baratnya ada bukit yang dibelah untuk JJLS sehingga pemandangan di sekitar lokasi jadi semakin indah,” katanya.
Meski belum secara resmi dibuka, Topo mengakui sudah banyak orang yang datang ke jembatan ini. tak kurang seharinya ada sekitar 200 orang yang berkunjung.
Keramaian ini semakin terlihat karena banyak pedagang yang berjualan di sekitar lokasi. Dia menyakini pada saat dibuka akan lebih ramai lagi karena keberadaan jembatan sangat ikonik.
“Kalau tidak hujan bisa lebih ramai lagi. Mau jajan juga tinggal pilih karena ada pedagang keliling yang mangkal di dekat jembatan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kapolsek Tepus, AKP Jarwanto. Menurut dia, pengunjung yang datang masih didominasi warga lokal, tapi ke depannya semakin ramai karena lokasinya sangat indah sehingga menarik minat wisatawan dari luar daerah.
“Istilahnya Instagramable. Jadi cocok untuk swafoto dan lain sebagainya. Untuk ramainya sejak akhir 2022 sudah mulai banyak yang datang ke sini,” katanya.
Meski demikian, Jarwanto mengingatkan kepada pengunjung untuk tetap berhati-hati. Salah satunya imbauan agar tidak berfoto di atas pagar jembatan. “Foto-foto boleh, tetapi harus jaga keselamatan dan tidak di area yang berbahaya,” katanya.
Adanya keramaian di Jembatan Rowari, Jarwanto mengaku terus melakukan patroli keamanan dan ketertiban di masyarakat. Hingga sekarang, ia mengklaim kondisi masih berjalan dengan baik karena tidak ada kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan keresahan. “Patroli terus dilaksanakan untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Pengumuman UTBK-SNBT 2026 dibuka 25 Mei pukul 15.00 WIB. Simak link resmi, cara cek hasil, dan jadwal unduh sertifikat UTBK.
Asisten pelatih PSBS Biak Kahudi Wahyu menyebut Luquinhas sebagai pemain cerdas dan cocok untuk PSS Sleman di tengah rumor transfer.
Duta Hino Yogyakarta (PT Duta Cemerlang Motors) melakukan peresmian outlet atau cabang 3S
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian