Proyek Konservasi Burung Aviary Purwosari Ditarget Rampung 2029
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Salah seorang pekerja menutup akses di JJLS yang menuju Jembatan Rowari di Kalurahan Tepus, Tepus. Senin (10/1/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Jembatan Rowari yang terletak di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Kalurahan Tepus, Tepus, Gunungkidul viral karena banyak dikunjungi warga di setiap sore. Meski demikian, sejak Senin (9/1/2023) akses menuju lokasi ditutup dengan dalih jalan belum resmi dibuka untuk umum.
Penutupan bisa dilihat di utara Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron terdapat pagar yang menutup seluruh bahu jalan di JJLS yang menuju wilayah Tepus. Kondisi yang sama juga terlihat di dekat pos TPR Sidoharjo juga dipasangi pagar penutup sehingga tidak bisa lewat untuk menuju ke jembatan.
BACA JUGA : Belum Resmi Dibuka, Jembatan Rowari di JJLS Tepus Jadi
Lurah Tepus, Gunungkidul Hendro Pratopo mengatakan, penutupan ke JJLS dilaksanakan pada Senin. Praktis dengan ditutupnya akses tersebut, maka pengunjung tak bisa lagi mendatangi Jembatan Rowari yang sempat ramai dikunjungi warga setiap sore.
“Bahkan yang di dekat TPR Sidoharjo tidak hanya ditutup dengan pagar, tapi ada petugas yang menjaganya,” kata Topo, sapaan akrabnya saat dihubungi wartawan, Selasa(10/1/2023).
Dia menjelaskan, penutupan dilakukan karena pembangunan belum diserahterimakan. Topo berharap agar hal ini segera diselesaikan sehingga jalur bisa kembali dibuka untuk umum.
Menurut dia, Jembatan Rowari yang viral ternyata bisa mendongkrak nilai ekonomi. Pasalnya, dengan kedatangan pengunjung ada warga yang memanfaatkan untuk mengais rejeki dengan berjualan di sekitar lokasi.
BACA JUGA : Jembatan Sepanjang 120 Meter Ini Bisa Jadi Ikon Baru
“Kalau bisa cepat dibuka. Apalagi pengerjaan sudah selesai dan kontraknya berakhir pada Desember 2022. Jadi, harapannya bisa segera dibuka lagi,” katanya.
Asisten Pelaksana Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) DIY, Wahyu Widyantoro saat dikonfirmasi membenarkan akses JJLS segmen Tanjungsari-Tepus kembali ditutup. Menurut dia, jalan belum dibuka untuk umum, tapi selama libur akhir tahun difungsikan secara darurat guna mengantisipasi adanya kemacetan.
“Jadi penutupan dilakukan lagi karena memang belum dibuka untuk umum,” katanya.
Dia menjelaskan, untuk pembukaan secara resmi masih menunggu uji laik fungsi. Pengujian dilakukan karena status jalan yang masih baru. “Pembukannya masih menunggu hasil uji laik fungsi di JJLS dan sekarang belum dilakukan pengujian,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
YouTube akan meluncurkan fitur deteksi wajah AI untuk kreator guna melawan deepfake dan penyalahgunaan konten digital.
Kemendagri dorong aturan larangan perang suku di Papua Pegunungan lewat Raperdasus dan Raperdasi demi menjaga keamanan.
Lonjakan penumpang KAI Daop 4 Semarang capai 220 ribu saat libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026. Ini rute favoritnya.
Bahasa Inggris akan jadi pelajaran wajib SD mulai 2027. Pemerintah siapkan pelatihan guru dan strategi peningkatan mutu pendidikan.
Leo/Daniel juara Thailand Open 2026 usai kalahkan pasangan India. Kemenangan ini jadi momentum menuju Olimpiade 2028.