Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Salah seorang pekerja menutup akses di JJLS yang menuju Jembatan Rowari di Kalurahan Tepus, Tepus. Senin (10/1/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Jembatan Rowari yang terletak di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Kalurahan Tepus, Tepus, Gunungkidul viral karena banyak dikunjungi warga di setiap sore. Meski demikian, sejak Senin (9/1/2023) akses menuju lokasi ditutup dengan dalih jalan belum resmi dibuka untuk umum.
Penutupan bisa dilihat di utara Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron terdapat pagar yang menutup seluruh bahu jalan di JJLS yang menuju wilayah Tepus. Kondisi yang sama juga terlihat di dekat pos TPR Sidoharjo juga dipasangi pagar penutup sehingga tidak bisa lewat untuk menuju ke jembatan.
BACA JUGA : Belum Resmi Dibuka, Jembatan Rowari di JJLS Tepus Jadi
Lurah Tepus, Gunungkidul Hendro Pratopo mengatakan, penutupan ke JJLS dilaksanakan pada Senin. Praktis dengan ditutupnya akses tersebut, maka pengunjung tak bisa lagi mendatangi Jembatan Rowari yang sempat ramai dikunjungi warga setiap sore.
“Bahkan yang di dekat TPR Sidoharjo tidak hanya ditutup dengan pagar, tapi ada petugas yang menjaganya,” kata Topo, sapaan akrabnya saat dihubungi wartawan, Selasa(10/1/2023).
Dia menjelaskan, penutupan dilakukan karena pembangunan belum diserahterimakan. Topo berharap agar hal ini segera diselesaikan sehingga jalur bisa kembali dibuka untuk umum.
Menurut dia, Jembatan Rowari yang viral ternyata bisa mendongkrak nilai ekonomi. Pasalnya, dengan kedatangan pengunjung ada warga yang memanfaatkan untuk mengais rejeki dengan berjualan di sekitar lokasi.
BACA JUGA : Jembatan Sepanjang 120 Meter Ini Bisa Jadi Ikon Baru
“Kalau bisa cepat dibuka. Apalagi pengerjaan sudah selesai dan kontraknya berakhir pada Desember 2022. Jadi, harapannya bisa segera dibuka lagi,” katanya.
Asisten Pelaksana Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) DIY, Wahyu Widyantoro saat dikonfirmasi membenarkan akses JJLS segmen Tanjungsari-Tepus kembali ditutup. Menurut dia, jalan belum dibuka untuk umum, tapi selama libur akhir tahun difungsikan secara darurat guna mengantisipasi adanya kemacetan.
“Jadi penutupan dilakukan lagi karena memang belum dibuka untuk umum,” katanya.
Dia menjelaskan, untuk pembukaan secara resmi masih menunggu uji laik fungsi. Pengujian dilakukan karena status jalan yang masih baru. “Pembukannya masih menunggu hasil uji laik fungsi di JJLS dan sekarang belum dilakukan pengujian,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.
EcoTank Epson tembus penjualan 100 juta unit secara global. Indonesia menjadi negara pertama yang memperkenalkan teknologi printer tangki tinta Epson.
Google resmi meluncurkan Pixel 11 Series yang terdiri dari Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold. Dibekali Tensor G6, Gemini AI terbaru
ASUS ExpertBook P5 G2, Laptop Kerja Terbaik Berbasis Intel Core Ultra Series 3Performa, efisiensi dan keamanan kelas bisnis dalam laptop berdesain ringkas