Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi penyuntikan sapi./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman akan memberikan vaksin lumpy skin disease (LSD) kepada 100 sapi mulai 18 Januari.
Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono, menjelaskan jawatannya telah mengajukan 3.000 dosis vaksin kepada Kementerian Pertanian yang saat ini sudah berada di Pemda DIY. “Rencana tanggal 18 Januari diberikan,” ujarnya, Kamis (12/1/2023).
Launching vaksin LSD akan dilaksanakan di Kelompok Kandang Ternak Andini Mangambar, Mulungan Kulon, Kalurahan Sendangadi, Kapanewon Mlati. Vaksinasi pertama diberikan pada ternak di zona kontrol radius 10 kilometer dari wilayah zona tertular, di Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman.
Setelah pemberian vaksin kepada 100 sapi di zona kontrol tersebut, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman akan melanjutkan vaksinasi di zona radius 50 kilometer. “Terus menerus, pelaksanaan vaksinasi terus dilakukan,” ungkapnya.
BACA JUGA: Tol Terpanjang Kedua di Indonesia Tersambung Tol Jogja Solo dan Jogja Cilacap, Ini Jalurnya
Vaksin LSD hanya diberikan satu dosis untuk setiap sapi. Adapun produk yang digunakan yakni Mevac dan Lumpyvac, masing-masing sebanyak 2 ml dan 1 ml untuk setiap ekor sapi. Vaksin hanya diberikan kepada hewan yang sehat. Sementara hewan yang sakit atau pernah terinveksi LSD tidak divaksin.
Pengawasan dilakukan 30 hari setelah vaksinasi dengan melakukan sampling pada hewan dengan metode simple random sampling. Serum akan dikoleksi dari hewan tersebut dan diuji dengan pengujian serologi Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA).
LSD merupakan penyakit infeksius yang disebabkan Capripox Virus dan menyerang ternak sapi atau kerbau. Penyakit ini ditandai dengan benjol pada kulit, kurang nafsu makan dan suhu badan meningkat dengan masa inkubasi 28 hari.
“LSD tidak menular kepada manusia atau zoonosis, namun mengakibatkan kerugian yang besar karena produktivitas menurun tajam. Tingkat kematian atau mortalitas di bawah 10 persen, sedangkan tingkat kesakitan atau morbiditas 45 persen,” katanya.
Pengendalian LSD dilakukan dengan cara mengobati ternak yang sakit, mengendalikan vector serangga serta pemberian imunitas kepada ternak yang masih sehat menggunakan vaksin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Cara cek NIK KTP dipakai untuk pinjol melalui SLIK OJK secara online dan offline. Ketahui langkah-langkahnya untuk mencegah penyalahgunaan data pribadi.
Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi berpeluang menciptakan All Indonesian final di WTA 500 Monterrey Open 2026 setelah berada di jalur berbeda.
10 developer game mobile Jepang bangkrut hingga Juli 2026. Biaya produksi dan persaingan game China-Korea memperberat tekanan industri.
Pangeran Harry dan Elton John diperintahkan membayar sementara Rp230 miliar kepada penerbit Daily Mail setelah gugatan privasi mereka ditolak pengadilan Inggris
BMKG mendeteksi 1.104 titik panas di Sumatera. Sumatera Selatan mencatat 528 hotspot, sementara karhutla di Riau telah membakar lebih dari 700 hektare lahan.