PSEL Belum Beroperasi, Sleman Kerahkan Pendamping Sampah
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Cagak Aniem di Perempatan Palbapang, Bantul./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul akan merehabilitasi cagar budaya Cagak Aniem yang berada di tengah Perempatan Palbapang. Rehabilitasi dilakukan karena cagar budaya tersebut telah rusak dimakan usia.
Kepala Seksi Warisan Budaya Benda Disbud Bantul, Elfi Wachid Nur Rachman, mengatakan Cagak Aniem berada di tengah jalan sehingga risiko kerusakannya lebih tinggi.
"Cagar budaya tersebut juga kerap ditempeli banner iklan," kata Elfi di kantornya, Kamis (26/1/2023).
BACA JUGA: Nyampah Sembarangan, 4 Warga Jogja Dijerat Pidana
Elfi juga mengatakan besi penangkal petir di ujung Cagak Aniem telah miring hampir jatuh. Bahkan, batangnya telah keropos akibat karat.
Cagak Aniem Palbapang di Bantul merupakan salah satu cagak listrik yang dibuat pada zaman kolonial Belanda yang masih tersisa di Kabupaten Bantul. Istilah Cagak Aniem menjadi populer di Jawa, khususnya pada akhir abad ke-19 karena cagak itu dibuat dan digunakan oleh ANIEM, nama sebuah perusahaan listrik swasta Belanda. ANIEM merupakan singkatan dari Algemeen Nederlands Indische Electricitet Maatschappij yang didirikan di Gambir, Jakarta, pada 1897.
Terdapat isolator listrik yang terbuat dari keramik zaman Belanda. Namun, beberapa telah hilang. Tinggi Cagak Aniem tersebut sekitar 6 meter dengan alas berukuran 45 cm x 45 cm.
BACA JUGA: Lagi-Lagi Karena Andalkan Google Map, Truk Terguling di Cinomati
Elfi juga menjelaskan jawatannya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) DIY mengenai rehabilitasi Cagak Aniem. Hal tersebut dilakukan karena lokasinya yang berada di tengah lalu lintas jalan provinsi.
Elfi juga meminta agar lampu lalu lintas di Perempatan Palbapang dapat diatur agar tidak menampilkan warna kuning ketika malam hari. Dengan begitu, risiko kecelakaan yang mungkin akan menyebabkan cagar budaya tersebut rusak dapat diminimalkan.
"Di sana itu kan rawan kecelakaan. Jadi, kami nanti minta pengaman semacam pagar gitu. Sama nanti akan kami lengkapi juga dengan QR code agar masyarakat yang penasaran [akan sejarahnya] dapat tinggal scan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Casemiro dipastikan tampil saat Manchester United menghadapi Nottingham Forest dalam laga kandang terakhirnya di Old Trafford.
Kemenag menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H malam ini. Iduladha 2026 diperkirakan jatuh pada 27 Mei.
Waspada Wangiri Fraud, modus missed call internasional yang bisa menguras pulsa dan membuat tagihan telepon membengkak.
Jepang, Uzbekistan, China, dan Australia lolos ke semifinal Piala Asia U-17 2026 usai melewati laga dramatis di perempat final
PSIM Jogja menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung malam ini. Tim tamu datang dengan tekanan besar dari ancaman degradasi.