Kemarau Datang, Gunungkidul Siapkan Droping Air Mulai Juli
Gunungkidul siapkan droping air bersih mulai pekan kedua Juli. Total 1.150 tangki disiapkan untuk antisipasi kekeringan.
Ilustrasi pembangunan jamban warga./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya 647 Kepala Keluarga (KK) di Gunungkidul belum memiliki fasilitas jamban sehat. Pemkab berkomitmen memberikan sanitasi lingkungan yang baik untuk warganya.
BACA JUGA: Ratusan Warga Gedangsari Dapat Bantuan Jamban Sehat
Kepala Bidang Pemerintahan Sosial dan Budaya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Ajie Saksono mengatakan, salah satu indikator dalam penetuan kesejahteraan keluarga menyangkut masalah sanitasi lingkungan. Menurutnya, hingga sekarang masih ada keluarga yang belum memiliki fasilitas jamban sehat.
Seperti data yang dikutip dalam Peraturan Bupati No.102/2022 tentang Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah 2022-2026, sebanyak 120.672 KK sudah memiliki fasilitas jamban sehat. Adapun sebanyak 3.764 KK menggunakan jamban sehat model sederhana dan 5.945 KK menggunakan jamban umum atau secara bersama-sama.
“Untuk yang belum terakses fasilitas jamban sehat seperti WC cemplung ada 647 keluarga,” kata Ajie, Selasa (31/1/2023).
Dia menjelaskan, berdasarkan rencana penanggulangan kemiskinan daerah, warga yang belum memiliki jamban sehat atau pengunaan masih secara bersama-sama menjadi prioritas mendapatkan bantuan.
“Untuk sebarannya ada di 18 kapanewon di Gunungkidul,” katanya.
Adapun penentrasi program, Ajie mengaku Bappeda hanya sebatas koordinator. Sedangkan pelaksanaan dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah terkait, salah satunya Dinas Kesehatan Gunungkidul.
“Tentunya kami juga melakukan inventarisasi usulan dari OPD, untuk kemudian diwujudkan dalam program kerja yang harus dijalankan,” katanya.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Diyah Prasetyorini mengatakan, sudah tidak ada lagi warga yang buang air besar secara sembarangan. Meski demikian, ia tidak menampik masih ada warga yang belum memiliki fasilitas jamban sehat.
“Yang punya jamban sehat, terkadang juga masih ada yang digunakan bersama dengan keluarga lain,” katanya.
Menurut Diyah, upaya memberikan fasilitas sanitasi lingkungan yang baik ke masyarakat terus dilakukan. Salah satu program dijalankan dengan memberikan bantuan pemabngunan fasilitas jamban sehat kepada keluarga yang kurang mampu.
“Sudah berjalan dan program bantuan masih akan terus dilanjutkan,” katanya.
Ia menambahkan, untuk tahun ini ada sekitar 150 bantuan pembangunan jamban sehat di masyarakat. “Diharapkan dengan bantuan tersebut bisa meningkatkan sanitasi lingkungan di masyarakat yang lebih bersih dan sehat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul siapkan droping air bersih mulai pekan kedua Juli. Total 1.150 tangki disiapkan untuk antisipasi kekeringan.
JadePuffer menjadi ransomware berbasis AI pertama yang mampu menjalankan serangan siber secara mandiri dan adaptif tanpa banyak campur tangan manusia.
Bupati Bantul akan memanggil manajemen RSGM untuk membahas tunggakan gaji 36 eks pekerja yang belum dibayarkan selama empat bulan.
Polresta Jogja memburu satu DPO baru dalam kasus pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja. Pria itu diduga mendanai pelarian tersangka ke Cilacap.
Argentina bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengalahkan Mesir 3-2 dan melaju ke perempatfinal Piala Dunia 2026.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.