Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Barang bukti penjualan miras oplosan di Jogja yang diperlihatkan aparat Satresnarkoba Polresta Jogja, Selasa (1/2/2023)/ Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA– Empat warga Jogja ditangkap polisi lantaran menjual minuman keras (miras) oplosan. Penangkapan empat orang ini juga karena mereka tak memiliki izin memperjualkan miras pada Selasa (31/1/2023).
Polresta Jogja yang menangkap empat orang penjual miras oplosan tersebut untuk memerangi penyakit masyarakat berupa konsumsi miras. Sebelumnya ada laporan yang menyebutkan penjualan miras tersebut mengganggu lingkungan sekitarnya.
Kepala Humas Polresta Jogja AKP Timbul Sasana Raharja menjelaskan penangkapan tersebut dilakukan pada Senin siang pukul 11.00 WIB. "Kami juga menyita barang bukti berupa beberapa botol miras itu juga," ujarnya, Selasa (1/2/2023).
Empat orang yang ditangkap tersebut masing-masing menjual miras di rumahnya. Operasi penangkapan tersebut pertama kali dilakukan di Kemantren Gedongtengen dimana tersangka BS, 29, menjual miras oplosan. "Di Gedongtengen kami sita satu ember isi miras oplosan," kata Timbul.
Penangkapan kedua, lanjut Timbul, dilakukan di Kemantren Pakualaman dengan tersangka MR, 29. "Kalau di Pakualaman kami bawa 10 botol ciu, enam botol jamu, dan tujuh botol fermentasi pisang klutuk," jabarnya.
Sedangkan lokasi penangkapan ketiga dilakukan di Kemantren Umbulharjo. "Tersangka di Umbulharjo adalah SD, 33 tahun, kami sita 81 botol miras berbagai merek," kata Timbul.
Lokasi penangkapan terakhir di Kemantren Gondokusuman dengan tersangka PR, 49, dimana polisi menyita empat botol miras. "Semua tersangka sedang diselidiki dan diproses hukum," ujarnya.
Timbul berpesan pada masyarakat untuk tak mengonsumsi miras apalagi berjenis oplosan. "Sudah banyak kasus miras oplosan berbahaya, ini bentuk antisipasi kami," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.