Air Tinggal Menetes, Warga Tepus Endapkan Air Keruh untuk Mandi
Warga Padukuhan Duwet di Tepus mengandalkan air keruh dari Kali Wonosari akibat kemarau. Air harus diendapkan sebelum digunakan.
Warga bersama tim dari BPBD Gunungkidul mengevakuasi material tanah longsor yang menutup jalan antardusun di Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, Selasa (10/3/2020)./Istimewa/Dokumen BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hujan deras yang mengguyur wilayah Gunungkidul sejak Kamis (2/2/2023) sore telah mengakibatkan sejumlah peristiwa mulai dari tanah longsor, pohon tumbang hingga sepeda motor hanyut terbawa banjir.
BACA JUGA: Hujan Dua Hari Sebabkan 14 Longsor di Gunungkidul
Meski demikian, dipastikan dalam peristiwa ini tak sampai menimbulkan korban jiwa.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, hingga Jumat (3/2/2023) siang ada 18 peristiwa yang diakibatkan karena hujan deras sejak Kamis sore. Peristiwa yang terjadi didominasi tanah longsor di 15 titik.
Adapun sebarannya di Kapanewon Gedangsari lima titik; Patuk tiga titik; Nglipar dua titik, Ngawen dua titik. Sedangkan kejadian di Kapanewon Semin, Purwosari dan Ponjong masing-masing titik.
Selain tanah longsor, hujan deras juga mengakibatkan pohon tumbang dan menyebabkan kerusakan jaringan listrik di Kapanewon Gedangsari dua titik. Adapun satu peristiwa lagi berkaitan motor hanyut milik warga Bunder, Patuk pada saat menyeberang crossway yang sedang banjir.
“Tidak ada korban jiwa. Pemilik motor yang hanyut juga dilaporkan selamat,” kata Sumadi.
Ia menjelaskan, dampak dari kejadian longsor ada yang merusak dan mengancam rumah warga. Selain itu, material longsoran juga menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu karena jalan yang tertimbun tanah.
Ia menjelaskan, didalam penanganan sudah menerjunkan personel untuk mengasesmen. Selain itu, juga ada bantuan logistik kepada warga terdampak.
“Masih di lapangan dan juga masih mendata terkait dengan adanya kejadian yang lain,” katanya.
Ia berharap kepada masyarakat untuk waspada karena potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi. “Harus berhati-hati dan terus waspada agar dampak dari bencana bisa ditekan,” katanya.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Gunungkidul, Agus Wibowo Arifianto mengatakan, sudah membuat peta rawan bencana di Gunungkidul. Sebagai gambaran, ancaman longsor didominasi di sisi utara Gunungkidul meliputi Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin hingga Ponjong.
Selain itu, ada juga potensi angin kencang yang tersebar merata di seluruh Gunungkidul. Sedangkan untuk banjir potensinya di aliran Kali Oya serta beberapa titik di Kapanewon Girisubo.
“Potensi dari kegempaan juga ada,” katanya.
Selain terus melakukan sosialisasi tentang potensi kerawanan bencana, juga dilakukan dengan memperluas jaringan kalurahan tangguh bencana. Hingga sekarang sudah ada 83 kalurahan ditetapkan sebagai wilayah tangguh bencana.
“Didalam kalurahan tangguh bencana ada forum pengurangan risiko bencana dan tim penanggulangan. Tim ini akan berperang penting pada saat terjadi bencana di masyarakat sehingga dampaknya dapat ditekan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Duwet di Tepus mengandalkan air keruh dari Kali Wonosari akibat kemarau. Air harus diendapkan sebelum digunakan.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.